BPR-PGI Gandeng WatchDoc, Bekali Puluhan Pemuda Gereja di Papua Kemampuan Produksi Informasi Mandiri

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 16/09

JAYAPURA — Biro Pemuda dan Remaja Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (BPR MPH-PGI) berkolaborasi dengan PGIW Tanah Papua menggelar Lokakarya Dialog dan Media untuk Keadilan dan Perdamaian di Papua. Kegiatan yang berlangsung di Jayapura, Senin hingga Rabu, 14–16 September 2026 ini, memfokuskan penguatan kapasitas bagi 30 hingga 40 pemuda gereja berusia 18 sampai 35 tahun yang aktif di bidang pelayanan, media, dan advokasi.

Kepala Biro Pemuda dan Remaja PGI, Rosiana Purnomo, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama dari lokakarya ini adalah membagikan pengetahuan serta keterampilan baru bagi generasi muda Kristen di Papua. Secara khusus, program ini menyasar para pemuda dari gereja-gereja yang menjadi pendiri Honai untuk mendorong konsolidasi di tingkat akar rumput.

“Tujuan kegiatannya yang jelas itu untuk memberikan serta berbagi pengetahuan dan keterampilan buat teman-teman muda, khususnya dari gereja-gereja yang merupakan pendiri Honai. Jadi supaya nanti juga ada konsolidasi dari sisi pemudanya, karena kan selama ini Honai kebanyakan diisi dari pimpinan-pimpinan gerejanya,” ujar Rosiana saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan harapan besar agar ketika para peserta kembali ke wilayah dan gereja masing-masing, mereka mampu melakukan advokasi yang nyata serta kampanye perdamaian dan keadilan di Tanah Papua melalui media sosial.

Untuk membekali para peserta dengan keterampilan praktis, pihak penyelenggara menghadirkan Ari Trismana dari rumah produksi dokumenter WatchDoc sebagai pemateri utama. Ari memaparkan bahwa materi esensial yang diberikan selama pelatihan tiga hari ini adalah melatih kemampuan para pemuda untuk memproduksi informasi secara mandiri. Menurutnya, informasi hari ini masih menjadi bagian penting dari penggerak perubahan sosial.

“Maka kawan-kawan pemuda di Papua ini juga butuh dibekali dengan kemampuan bagaimana mereka peka dengan persoalan-persoalan yang ada di sekitar, kemudian menjadikannya produk-produk audiovisual atau konten-konten sosial media yang baik, menarik, dan tentu saja berguna buat kepentingan publik,” kata Ari menegaskan urgensi pelatihan tersebut.

Lebih lanjut, Ari Trismana menguraikan target jangka pendek dan jangka panjang dari pelaksanaan lokakarya media ini. Dalam jangka pendek, para peserta diharapkan dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh untuk menghasilkan konten yang jauh lebih berkualitas. Sementara untuk jangka panjang, Ari menaruh harapan besar agar karya-karya orisinal buatan pemuda Papua ini mampu menjadi kekuatan baru di ruang publik.

“Kita berharap agar apa yang mereka hasilkan ini juga bisa menjadi narasi tanding dari narasi yang selama ini ada, yang didominasi oleh negara begitu. Kawan-kawan yang mengikuti pelatihan ini nantinya juga harus bisa mengambil peran itu di masa depan,” pungkas Ari.

Pelaksanaan lokakarya bagi generasi muda ini juga menjadi momentum penguat dari langkah besar para pimpinan gereja, dimana sehari sebelumnya, Selasa (15/9/26) telah resmi diluncurkan HONAI Rumah Bersama (Humanitarian Outreach to Need Assistance Initiative) di Gedung Graha SARA Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Argapura.

Wadah kemanusiaan ini dibentuk sebagai bentuk komitmen bersama gereja-gereja pendiri untuk menjadi ruang perlindungan, menyuarakan jeritan hati masyarakat terdampak konflik, serta memperkuat aksi nyata kemanusiaan dan keadilan sosial di seluruh pelosok Tanah Papua. (DN)