Kelola Modal Rp15 Miliar, DPMK Kota Jayapura Evaluasi Total dan Pacu Kinerja 14 BUMKAM

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 10/09

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) kembali menggelar agenda rutin tahunan berupa kegiatan Fasilitasi Kerja Sama Antar Desa/Campung dan Peningkatan Kapasitas Pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM). Langkah berkelanjutan ini difokuskan untuk mengevaluasi tata kelola unit usaha dan mengoptimalkan pemanfaatan modal di 14 kampung se-Kota Jayapura.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari (10–11 September 2026) ini diikuti oleh 70 peserta aktif, di mana setiap kampung mengirimkan 5 orang perwakilannya. Formasi peserta kali ini merupakan kombinasi antara pengurus lama dan para pengurus baru yang direkrut berdasarkan hasil evaluasi kinerja melalui Musyawarah Pertanggungjawaban di masing-masing kampung.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Ekonomi Kampung DPMK Kota Jayapura, Wilhelmina Ik, memaparkan dinamika panjang perjalanan BUMKAM sejak amanat pembentukan pertama kali digulirkan melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Instruksi Presiden (Inpres), serta Permendesa Nomor 4 Tahun 2015.

“Secara akumulatif selama beberapa tahun terakhir, total penyertaan modal yang telah dikucurkan oleh pemerintah kampung kepada BUMKAM di 14 kampung telah menyentuh angka kurang lebih Rp15 miliar. Nilai investasi yang sangat besar ini menjadi atensi khusus serta tanggung jawab moral yang besar bagi kami di OPD teknis untuk terus melakukan pendampingan dan evaluasi berkala setiap tahun agar hasilnya bisa lebih maksimal,” ujar Wilhelmina Ik, Kamis (10/9/2026).

DPMK mengakui bahwa intervensi modal besar tersebut belum memberikan hasil yang merata karena masih membentur kendala klasik di lapangan. Berdasarkan hasil pemetaan, faktor utama penghambat perkembangan usaha meliputi lemahnya konsistensi dan komitmen dari para pengurus, minimnya dukungan dari sebagian pemerintah kampung, hingga kurangnya partisipasi dari masyarakat setempat.

Kedati demikian, di tengah berbagai tantangan tersebut, Wilhelmina memberikan apresiasi tinggi terhadap tiga BUMKAM pelopor yang dinilai sukses menunjukkan kinerja sehat dan konsisten menyumbang Pendapatan Asli Kampung (PAK):

  • BUMKAM Hentecahi Holtekam: Berhasil mempertahankan performa terbaiknya dengan menyumbang kontribusi PAK selama 3 tahun berturut-turut dan ditetapkan sebagai BUMKAM berkembang.
  • BUMKAM Elseng Koya Koso: Sukses memberikan kontribusi pendapatan usaha kepada kampungnya selama 2 tahun berturut-turut.
  • BUMKAM Koyabhu Waena: Menunjukkan progres signifikan dengan mulai berhasil menyetorkan kontribusi pendapatan bagi kampung pada tahun ini.

“Harapan besar kami, keberhasilan tiga BUMKAM ini harus menjadi pemantik dan ditiru oleh 11 BUMKAM lainnya di Kota Jayapura,” tambah Wilhelmina.

Untuk membenahi kelemahan mendasar dalam hal penyusunan administrasi dan pelaporan keuangan di tingkat kampung, DPMK Kota Jayapura secara konsisten memperkuat kolaborasi bersama Balai Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal Papua Raya. Lembaga ini dinilai sangat andil dalam mendampingi pengurus dari aspek legalitas hukum hingga identifikasi potensi usaha baru.

Selain membekali peserta dengan aspek regulasi dan akuntansi, pelatihan tahun ini juga menghadirkan Kakak Jose dari Lembaga Pendidikan Pelatihan dan Pengelolaan Tenaga Kerja Papua (LP3TKP). Kehadirannya diposisikan sebagai motivator bagi para pengurus, khususnya anak-anak muda Papua yang menjadi motor penggerak BUMKAM. Sesi motivasi ini diharapkan menjadi ‘vitamin baru’ yang mampu membangkitkan jiwa kewirausahaan, komitmen, dan semangat mengelola usaha kampung secara profesional demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (QB)