Konektivitas 3T Jadi Prioritas, Bupati Waropen FX Mote Dorong Pembangunan Jalan Pantura Papua dan Perluasan Bandara Botawa

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 18/09

JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Waropen memberikan dukungan penuh terhadap langkah strategis pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas di Tanah Papua. Hal ini menjadi angin segar bagi daerah-daerah yang masuk dalam kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), termasuk Kabupaten Waropen.

Dukungan tersebut ditegaskan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Konektivitas, dan Pengembangan Wilayah di Tanah Papua. Rapat akbar ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat (18/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya atas respons cepat pemerintah. Menurutnya, masalah konektivitas merupakan hal yang sudah lama dinantikan oleh masyarakat Papua, khususnya warga Kabupaten Waropen.

“Kabupaten Waropen itu ada dalam kategori Kabupaten 3T. Menko tadi sudah menyinggung agar kita memberikan perhatian khusus pada kelompok ini. Mengapa? Karena untuk mencapai Waropen saat ini, kita harus menggunakan tiga armada sekaligus: udara, laut, dan darat,” ujar FX Mote.

Ia menjelaskan dari 12 distrik (kecamatan) yang ada di Waropen, aksesibilitasnya masih sangat terbatas. Hanya 3 distrik yang bisa diakses penuh melalui jalan darat, sementara 9 distrik lainnya harus bergantung pada jalur laut, dan 2 distrik di antaranya bahkan hanya bisa diakses via jalur udara.

Untuk mengatasi isolasi geografis tersebut, FX Mote mengusulkan konsep interkoneksi darat yang komprehensif. Jika selama ini Trans Papua berfokus pada wilayah tengah dan selatan, kini saatnya pemerintah membangun jalur pesisir utara atau yang ia sebut sebagai “Jalan Pantura Papua”.

Jalur Pantura Papua ini diproyeksikan menghubungkan Nabire (Provinsi Papua Tengah) – Waropen – Mamberamo Raya – Sarmi – hingga ke Kota Jayapura (Provinsi Papua).

“Jalan ini seharusnya sudah harus ada. Jadi kalau kami ada acara ke Jayapura, tidak perlu lagi naik kapal ke Biak atau Serui lalu lanjut pesawat. Jalur ini akan menghubungkan Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua secara efisien,” terangnya.

Secara rinci, Pemkab Waropen mengusulkan percepatan pembangunan jalan dari Waren ke Botawa, berlanjut dari Botawa ke Koeda-Koeda Barapasi yang telah dimasukkan dalam program Instruksi Jalan Daerah (IJD). Selain itu, diusulkan pula rute Botawa menuju Wapoga hingga menembus Nabire.

Tidak hanya jalan, Bupati Waropen juga mengajukan pembangunan infrastruktur krusial lainnya untuk menopang jalur darat tersebut, di antaranya pembangunan Jembatan Demba, Jembatan Wobari, dan Jembatan Wapoga.

Di sektor udara, FX Mote mengusulkan perpanjangan landasan pacu (runway) Bandara Botawa sepanjang 800 meter. Penambahan ini ditargetkan agar bandara lokal tersebut ke depannya dapat didarati oleh pesawat komersial yang lebih besar berjenis ATR atau Wings Air.

Pertemuan koordinasi yang dihadiri oleh para gubernur dari 6 provinsi dan bupati/wali kota dari 42 kabupaten/kota di Tanah Papua ini dinilai berjalan sangat positif. Menko Infrastruktur AHY menyambut baik pokok-pokok pikiran tersebut dan langsung memberikan instruksi serta pembagian tugas kepada menteri-menteri terkait di bawah koordinasinya.

Pemerintah daerah berharap, komitmen yang terbangun dalam rakor ini dapat segera terealisasi tanpa terhambat oleh kendala-kendala klasik di tingkat lokal, demi membawa dampak kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat Papua ke depan. (QB)