Atasi Harga Semen Rp2 Juta, Bupati Intan Jaya Desak Percepatan Trans Papua di Rakor Bersama Menko AHY

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 18/09

JAYAPURA – Pemerintah Kabupaten Intan Jaya mendesak pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembukaan konektivitas darat di wilayah Papua Tengah. Masalah aksesibilitas ini dinilai menjadi pemicu utama tingginya harga barang (kemahalan ekstrem) yang mencekik masyarakat di pedalaman Papua.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Konektivitas, dan Pengembangan Wilayah di Tanah Papua.

Rapat akbar tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Jumat (18/9/2026).

Bupati Aner Maisini mengungkapkan bahwa dari 8 kabupaten di Papua Tengah, ada 3 kabupaten yang hingga kini masih bergantung penuh pada jalur penerbangan udara, yaitu Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya. Ketergantungan ini berdampak langsung pada melambungnya harga kebutuhan pokok dan material bangunan.

“Karena aksesibilitas dari Paniai belum tersambung ke Intan Jaya, daerah kami menjadi salah satu yang tingkat kemahalannya paling tinggi di Indonesia. Sebagai contoh, air mineral ukuran 500 ml saja harganya mencapai Rp25.000, dan semen satu sak sudah menyentuh Rp2 juta,” ungkap Aner.

Menanggapi kekhawatiran pusat terkait faktor keamanan yang kerap menghambat proyek di pedalaman, Bupati Aner menegaskan bahwa isu keamanan tidak boleh lagi dijadikan alasan untuk menunda pembangunan. Menurutnya, seluruh elemen di daerah sangat mendambakan kemajuan.

“Di daerah ada TNI, Kepolisian, tokoh adat, tokoh pemerintah, dan masyarakat yang semuanya rindu akan pembangunan. Antusiasme warga sangat tinggi. Terbukti, satu minggu lalu alat berat eksavator dari Paniai sudah bisa digeser ke Sugapa, dikawal langsung oleh para pemuda dan seluruh masyarakat,” tegasnya.

Guna memutus rantai isolasi ini, Pemkab Intan Jaya berharap penuh pada realisasi program Instruksi Jalan Daerah (IJD) dari Kementerian PU. Rencananya, pembangunan akan difokuskan pada rute Bilogai menuju Bilae. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah dijadwalkan akan mengambil bagian pengerjaan sepanjang 8 kilometer dari arah Paniai masuk ke Wandai.

Jika jalur Paniai–Intan Jaya berhasil tembus, maka konektivitas Trans Papua menuju Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya otomatis akan saling terhubung, mengingat jalur dari Waropen menuju Puncak Jaya sudah lebih dulu tersambung.
Sebagai bentuk komitmen menyukseskan proyek strategis ini, Pemkab Intan Jaya memastikan akan mengawal penuh jalannya pembangunan di lapangan.

“Dukungan penuh dari kami adalah membentuk tim khusus bersama seluruh tokoh masyarakat untuk mengawal jalannya pembangunan ini. Kami merangkul semua pihak demi memastikan tidak ada gangguan keamanan. Bagaimanapun, ini adalah demi kemajuan dan kesejahteraan daerah kita bersama,” pungkas Bupati Aner Maisini. (QB)