Game Changer Pembangunan Papua: Menko AHY Boyong Seluruh Deputi Gelar Rakor Akbar Bersama Para Kepala Daerah

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 18/09

JAYAPURA — Setelah dinantikan sejak awal tahun, Rapat Koordinasi (Rakor) Akbar mengenai Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Papua akhirnya resmi digelar untuk pertama kalinya di Provinsi Papua. Pertemuan strategis ini berlangsung di lantai 9 Kantor Gubernur Papua pada Jumat, 18 September 2026.

Rakor ini menjadi momentum krusial pasca-terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua. Pertemuan ini mempertemukan pemerintah pusat dengan jajaran pimpinan dari 6 provinsi serta 42 kabupaten/kota se-Tanah Papua guna menyatukan visi pembangunan jangka menengah dan panjang.

Dalam sambutannya, Gubernur Papua, Komjen Pol. (Purn.) Mathius Fakhiri, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Menko AHY dan rombongan. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat secara langsung merupakan bukti nyata perhatian terhadap masa depan Bumi Cendrawasih.

Mathius memaparkan bahwa arah pembangunan tahun 2026–2045 akan bertumpu pada perwujudan Papua yang maju dan berkelanjutan berbasis ekonomi biru dan agroindustri, searah dengan visi RPJMD 2025–2029 yaitu “Papua CERAH” (Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).

Gubernur juga menitipkan 7 isu strategis yang dihadapi oleh seluruh provinsi di Papua hari ini:

  • Ketimpangan antarwilayah dan tingkat kemiskinan yang tinggi.
  • Akses dan kualitas layanan dasar (pendidikan dan kesehatan) yang belum optimal.
  • Perlindungan hak ulayat dan ruang hidup masyarakat adat.
  • Keterbatasan konektivitas antarwilayah akibat kondisi geografis.
  • Tingginya potensi rawan bencana.
  • Lambatnya perkembangan pusat pertumbuhan wilayah.
  • Belum meratanya pembangunan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami sangat berharap pemenuhan infrastruktur dan pengembangan wilayah ini akan menjadi game changer percepatan pembangunan di Tanah Papua,” ujar Mathius Fakhiri. Ia juga menegaskan agar rakor ini tidak berhenti sebagai rekomendasi di atas kertas, melainkan harus implementatif dan berdampak nyata bagi Orang Asli Papua (OAP).

Merespons harapan tersebut, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

AHY menjelaskan bahwa rakor ini sempat tertunda dari rencana awal di triwulan I-2026 karena pemerintah harus memprioritaskan penanganan bencana dahsyat di wilayah Sumatra dan dinamika nasional lainnya. Namun, AHY memastikan semangat untuk membangun Papua tidak pernah luntur.

Sebagai bukti keseriusan, AHY memboyong seluruh deputi setingkat eselon I yang ada di kementeriannya, antara lain:

  • Bapak Nazib Faizal (Deputi Bidang Infrastruktur Dasar)
  • Bapak Odo Manuhutu (Deputi Bidang Konektivitas)
  • Bapak Roni Hutahaean (Deputi Bidang Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman)
  • Bapak Spora Lokita (Plt. Deputi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang)

Turut hadir mendampingi jajaran Staf Khusus Menko (Agus Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Irjen Pol. Ade Rahmad, Herzaky Mahendra Putra, Ahmad Khairul Umam), Wakil Menteri PU Ibu Diana, Ketua Komite Eksekutif Otsus Papua Bapak Felix Wanggai, serta perwakilan dari Kementerian Transmigrasi dan Kementerian PPN/Bappenas.

“Saya membawa semua deputi saya ke sini saking pentingnya acara ini. Kami hadir satu tim untuk mendengarkan langsung, mencatat permasalahan, dan mem-follow up melalui kebijakan anggaran serta proyek konkret yang berdampak bagi masyarakat luas,” tegas AHY. (QB)