Bank Indonesia Papua Serap Rp. 2, 72 Milyar Uang Tak Layak Edar di Distrik Atsj Kabupaten Asmat

tvpapua.com, Jayapura, 13/05
Kab. Asmat – Guna mendukung kedaulatan Rupiah dan ketersediaan Uang Layak Edar (ULE) hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Terpencil), Bank Indonesia Papua kembali menggelar layanan kas keliling di Distrik Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachaman mengatakan, untuk sampai kesana, diperlukan waktu setidaknya 7,5 jam perjalanan yang ditempuh dengan berbagai moda transportasi baik darat, udara, maupun sungai. Salah satu keunikan Kabupaten Asmat, yaitu kondisi geografisnya yang cukup menantang karena didominasi oleh sungai dan rawa. Tercatat selama 3 tahun terakhir ini, sebelumnya Bank Indonesia Papua telah menyelenggarakan layanan kas keliling sebanyak 6 kali di Kabupaten Asmat.
“Dalam kegiatan kas keliling yang digelar pada Rabu, 1 Mei 2024, Bank Indonesia Papua telah menyiapkan modal sebanyak Rp2,72 miliar dan berhasil terserap 100% oleh masyarakat maupun perbankan. Masyarakat begitu antusias untuk menukarkan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang dimiliki,” ujar Faturachman.
Sementara itu salah seorang warga, Hj. Rosmiati mengatakan sangat senang menyambut kehadiran kas keliling Bank Indonesia di Distrik Atsj.
“Menurut kami, uang baru atau uang layak edar merupakan barang mewah di Distrik Atsj,” ungkapnya.

Ke depan, Bank Indonesia Papua akan terus mengakselerasi distribusi uang layak edar demi terwujudnya clean money policy di Tanah Papua, khususnya di wilayah 3T. Sebagai rangkaian kegiatan kas keliling tersebut, sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah juga diselenggarakan pada Selasa, 30 April 2024 dan diikuti lebih dari 150 peserta yang terdiri dari guru, siswa-siswi, perbankan, ASN, dan masyarakat di Distrik Atsj.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bank Indonesia di Distrik Atsj ini, sehingga kami bisa melakukan penukaran uang untuk memperoleh uang yang layak edar,” ujar Kepala Distrik Atsj, Akbar Mustarim.

Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momen bagi Bank Indonesia untuk mengajak masyarakat, khususnya di wilayah 3T untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Cinta Rupiah diwujudkan dengan senantiasa menyayangi Rupiah dengan mengenali ciri keaslian uang Rupiah, yaitu Dilihat, Diraba, Diterawang (3D), dan merawat Rupiah yang dimiliki dengan baik yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi (5J).
Bangga Rupiah karena Rupiah tidak hanya sebagai alat pembayaran yang sah tetapi juga merupakan simbol kedaulatan bangsa. Penggunaan uang Rupiah di NKRI memiliki peranan penting dalam menjaga kedaulatan negara. Sementara itu, Paham Rupiah ditunjukkan melalui perilaku bijak berbelanja sesuai kebutuhan, berbelanja produk dalam negeri untuk dukung UMKM nasional, serta menabung dan berinvestasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (***)
- Mei, 13, 2024
- Author: Bebo
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Dekranasda Kota Jayapura Tampilkan Batik Port Numbay dan Noken di Kriyanusa 2026, Tuai Apresiasi Menteri UMKM 30 September 2026
- OJK Papua Dorong Penguatan Ekosistem Keuangan di Kampung Nelayan Merah Putih 30 September 2026
- Kejari Jayapura Gelar Penerangan Hukum di Holtekam, Pemkot Tekankan Pentingnya Program Jaga Desa 30 September 2026
- Bupati Yampit Nawipa Dukung Penuh Batik Paniai Tampil di Side Event Milan Fashion Week 2026 28 September 2026
- Pemprov Papua Selatan Luncurkan SIRIOS, GEMAS Ha-Anim dan PASSTI Ha-Anim, Perkuat Pembangunan Berbasis Data Terpilah 28 September 2026
- Cari Pemimpin Kompetitif dan Bebas Pungli, Pemkot Jayapura Gelar Seleksi Terbuka Eselon II Murni Tanpa Titipan 28 September 2026
- Hari Ke-2 Kriyanusa 2026: Megahnya Budaya Papua di Anjungan Jayapura Pikat Ibu Tito Karnavian dan Ibu Evi Celiyanti 28 September 2026
- Sinergi dan Evaluasi Internal Jadi Fokus Utama Letkol Inf. Tommy Yudistyo, Dandim 1701 Jayapura yang Baru 27 September 2026
- Usung Tema Menuju Jayapura Emas, KADIN Kota Jayapura Resmi Dilantik dan Siap Gandeng Pemkot Buka Lahan Investasi Baru 27 September 2026
- Hari Pertama Kriyanusa 2026: Dekranasda Kota Jayapura Optimistis Angkat Karya Perajin Lokal ke Kancah Nasional 26 September 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- September 2026
- Agustus 2026
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
