Gerak Cepat Pascabencana: Yan Mandenas dan Pemkot Jayapura Bidik Dana CSR hingga Banpres untuk Korban Kebakaran

Spread the love

tvpapua, com, Jayapura, 24/09

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si. terus bergerak cepat dalam memastikan penanganan pascabencana bagi korban kebakaran berjalan optimal. Hingga saat ini, bantuan pangan dan logistik terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan para warga terdampak yang kini ditampung sementara di lokasi Tribun Stadion Mandala.

Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Papua yang telah mengizinkan penggunaan fasilitas tersebut sebagai lokasi pengungsian selama tiga bulan ke depan.

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan seluruh pihak yang bergerak cepat membantu warga. Wali Kota menyatakan bahwa meskipun masa tanggap darurat telah dinyatakan selesai, komitmen untuk memulihkan kehidupan warga yang terdampak tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

“Bantuan sebesar 2,94 ton ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dan seluruh stakeholder. Saya berharap bantuan ini dapat langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Bapak dan Ibu yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Wali Kota, usai penyerahan bantuan di lokasi pengungsian warga yang terdampak bencana kebakaran, Kamis (24/9/26).

Terkait berkurangnya jumlah warga di pengungsian, Wali Kota menjelaskan bahwa awalnya tercatat ada lebih dari 2.000 jiwa yang terdampak. Namun, setelah dilakukan pendataan kembali, saat ini jumlahnya menyusut menjadi sekitar 1.400 jiwa karena sebagian warga memilih untuk tinggal sementara bersama kerabat mereka. Penurunan jumlah pengungsi ini pula yang membuat realisasi bantuan logistik disesuaikan menjadi 2,94 ton dari usulan awal yang mencapai 4 ton lebih.

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Dr. Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si. menegaskan komitmennya untuk mengawal pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan hunian baru bagi warga.

Yan Mandenas mengungkapkan bahwa prosedur proyek normal akan memakan waktu terlalu lama, sementara masyarakat membutuhkan kepastian tempat tinggal dalam waktu cepat. Oleh karena itu, dirinya bersama Wali Kota dijadwalkan bertolak ke Jakarta minggu depan untuk menemui sejumlah kementerian, termasuk mengupayakan jalur Bantuan Presiden (Banpres).

“Rencana saya mau komunikasikan juga dengan Menteri Sekretaris Negara supaya Banpres mungkin kita peruntukan juga untuk daerah yang memang rencananya belum tertangani. Kalau Banpres ini turun, biasanya melibatkan aparat TNI dan Polri serta masyarakat juga bisa berpartisipasi sehingga bisa lebih cepat,” kata Yan Mandenas.

Selain mengupayakan Banpres, Yan Mandenas menjelaskan bahwa pemerintah akan menindaklanjuti komitmen Menteri Perumahan, yang sebelumnya menjanjikan slot 300 unit rumah untuk Papua agar sebagian kuotanya dialokasikan ke Jayapura. Ia juga berencana mempertemukan Wali Kota dengan pimpinan pusat bank-bank Himbara seperti BNI dan Mandiri untuk menggalang dukungan dana CSR demi mempercepat pemulihan pascabencana.

Yan Mandenas menambahkan bahwa jika warga sudah bisa mandiri di lingkungan mereka sendiri, pemerintah tidak perlu lagi terus-menerus memberikan bantuan pangan di tempat pengungsian. Ia berharap penanganan ini bisa segera selesai dengan cepat agar tidak menjadi beban pemerintah daerah dan warga masyarakat bisa kembali beraktivitas normal seperti biasa.

Di tempat yang sama, salah satu perwakilan korban kebakaran dari RT 02 dan RT 07 Kelurahan Mandala menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Warga bersyukur karena meski harta benda mereka habis terbakar, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Terima kasih atas kunjungan Bapak Anggota DPR RI Yan Mandenas dari Komisi XIII yang sudah bersama-sama dengan Pemerintah Kota, Bapak Wali Kota, untuk memberikan sentuhan bantuan pangan kepada kami. Kami menerima ini dengan senang hati,” ungkap perwakilan warga tersebut.

Warga pun menaruh harapan besar agar rencana pembangunan hunian baru yang sedang diperjuangkan ke pemerintah pusat dapat segera terwujud sebelum masa penampungan berakhir.

“Harapan kami, sentuhan pemerintah tidak berhenti saat tanggap darurat selesai, tetapi ada perhatian dari pemerintah pusat sampai kami bisa kembali ke rumah. Karena waktu kami di pengungsian ini 3 bulan, kami juga memohon kepada Bapak Wali Kota dan Gubernur agar masa penampungan bisa diperpanjang sementara waktu, biar semua yang diperjuangkan oleh DPR RI dan pemerintah bisa terealisasi dengan baik,” pungkasnya. (QB)