Dorong Afirmasi OAP, Yan Mandenas: Banyak Anak Papua Kompeten Pimpin Perusahaan Strategis

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 24/09

JAYAPURA — Anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Yan Permenas Mandenas, S.Sos., M.Si., mendesak pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta di pusat maupun daerah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Orang Asli Papua (OAP) menduduki jabatan strategis. Menurutnya, kebijakan afirmasi dan proteksi mutlak diperlukan demi keberlanjutan kaderisasi generasi muda Papua.

Yan Mandenas menilai, saat ini telah banyak putra-putri asli Papua yang memiliki kompetensi, rekam jejak, dan pengalaman kerja yang mumpuni di berbagai perusahaan besar, baik di dalam maupun di luar Papua.

“Sepanjang calon yang didorong memenuhi syarat dan berpengalaman cukup, mereka perlu diberikan kesempatan. Di Telkom dan Telkomsel, misalnya, banyak anak Papua yang sudah bekerja sekian lama. Berikan mereka kesempatan mengabdi kembali ke daerah, menjadi kepala Telkom atau Telkomsel di Papua, sebelum nantinya dipindahkan lagi ke tempat lain,” ujar Mandenas, di Jayapura, Kamis (24/9/26).

Ia mencontohkan beberapa figur sukses asal Papua yang telah membuktikan kapasitas kepemimpinannya di tingkat nasional. Salah satunya adalah Jeffrey Kamodi yang pernah sukses memimpin Telkom di Manado. Selain itu, ada pula Minggus Gandeguai yang memiliki karier cemerlang di PT Angkasa Pura.

“Pak Minggus sukses menyulap Bandara Manado menjadi bandara internasional yang bagus. Kemudian beliau dipercaya bergeser ke Bandara Hasanuddin Makassar, dan kini memimpin bandara di Kalimantan Timur. Ini bukti konkret bahwa anak-anak Papua punya kompetensi tinggi untuk menduduki jabatan strategis,” jelasnya.

Selain sektor telekomunikasi dan perhubungan, Mandenas juga menyoroti pentingnya regenerasi di sektor perbankan, Pertamina, serta perusahaan swasta yang bergerak di semua sektor di Papua. Namun, ia juga mengingatkan bahwa jabatan strategis ini memikul tanggung jawab besar terkait target profit perusahaan.

“Bukan sekadar mengejar jabatan. Target profit perusahaan itu ada, dan minimal mereka harus bisa memenuhi 60 hingga 70, bahkan 80 persen dari target tersebut. Dengan begitu, kepercayaan dari pimpinan pusat akan terus terjaga, dan mereka bisa diorbitkan untuk memegang peranan yang jauh lebih besar lagi ke depan,” tegas politisi tersebut.

Di sisi lain, Mandenas juga membagikan pandangan personalnya mengenai pengembangan karier talenta Papua. Berbeda dengan arus utama yang menginginkan anak Papua segera kembali ke daerah, ia justru mendorong agar mereka terlebih dahulu berkembang dan mematangkan pengalaman di luar Papua agar daya saing mereka semakin kuat di kancah nasional.

Melalui langkah afirmasi, proteksi, dan pembuktian kinerja ini, Mandenas berharap proses kaderisasi dan regenerasi pemimpin muda Papua dapat berjalan optimal, mengikuti jejak para senior yang telah sukses membuka jalan. (QB)