Ketua PPIR Mamberamo Raya Minta Masyarakat Stop Intervensi PLN, Sebut Isu BBM Campur Air Hoaks

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 19/07

MAMBERAMO RAYA – Ketua RAKORDA Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) sekaligus Ketua DPD BARCYIRA Mamberamo Raya, Mecky Alle, mengimbau seluruh elemen masyarakat dan kelompok kepentingan untuk tidak mengintervensi operasional PT PLN (Persero) di wilayah Mamberamo Raya, khususnya di Kasonaweja dan Burmeso.

Menurut Mecky, listrik merupakan kebutuhan dasar sehari-hari yang menjadi motor penggerak aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kelancaran roda pelayanan PLN harus dijaga bersama tanpa adanya hambatan dari pihak mana pun.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan elemen di Mamberamo Raya untuk mendukung program pelayanan pemerintah di berbagai sektor. Jangan sampai ada indikator yang merugikan banyak pihak,” ujar Mecky Alle dalam keterangannya melalui telepon selular, Minggu (19/7/2026).

Sebut Isu BBM Campur Air Hoaks, Siap Tempuh Jalur Hukum

Mecky menyoroti adanya oknum atau kelompok yang dinilai merugikan masyarakat pengguna listrik serta mencoba melawan pihak ketiga yang telah ditunjuk resmi oleh Bupati Mamberamo Raya untuk mengelola bahan bakar minyak (BBM) PLN.

Secara tegas, ia membantah tuduhan yang menyebutkan pihak ketiga memasok BBM campur air hingga mengakibatkan mesin PLN rusak total. Mecky menyatakan isu yang beredar lewat rekaman suara di grup WhatsApp tersebut adalah informasi bohong atau hoaks.

“Tuduhan dari oknum-oknum terhadap pihak ketiga terkait BBM campur air hingga mesin rusak total itu tidak benar dan hoaks. Buktinya, stok BBM yang sama saat ini sedang digunakan oleh pihak PLN dan operasional berjalan baik, aman, serta lancar. Rekaman audio yang disebarkan oleh oknum petugas PLN Burmeso di grup WhatsApp Mamberamo Raya itu sangat hoaks,” tegas Mecky.

Ia memperingatkan bahwa pihak ketiga tidak akan tinggal diam jika rumor tak berdasar ini terus digulirkan. “Jika tuduhan tersebut masih terus berkembang, kami dari pihak ketiga akan melaporkan dan memproses hukum tuduhan tersebut,” lanjutnya.

Mecky pun meminta kelompok-kelompok yang berseberangan untuk menghentikan perlawanan mereka. “Siapa pun pihak ketiga yang telah diberikan kepercayaan oleh Bupati, mari kita berikan dukungan penuh. Stop melawan mereka. Mari berikan ruang kepada PLN dan pihak ketiga agar dapat melaksanakan tugas sesuai mekanisme,” pintanya.

Di sisi lain, ia berharap pimpinan beserta seluruh pegawai PLN Mamberamo Raya tetap menjalankan tugas secara efektif demi menghadirkan pelayanan prima bagi warga.

Desak Bupati Copot Pejabat Eselon II yang Tidak Mampu Kerja

Selain masalah internal PLN, Mecky Alle juga memberikan catatan kritis kepada jalannya roda pemerintahan daerah. Ia mendesak Bupati Mamberamo Raya untuk mengevaluasi dan mengganti pejabat struktural yang dinilai tidak kompeten sehingga memicu konflik di tengah masyarakat, seperti aksi pemalangan.

“Saya minta kepada Bupati Mamberamo Raya agar segera bertindak mengganti pejabat Eselon II yang tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Sebagai kaki tangan Bupati, mereka seharusnya menerapkan visi dan misi kepala daerah, bukan malah membiarkan terjadinya pemalangan dan masalah lainnya. Bupati harus segera mengganti mereka sesuai kewenangannya,” ujar Mecky.

Edukasi Keselamatan dan Batas Kewenangan Listrik

Di luar konformitas politik dan operasional, Tokoh Intelektual Mamberamo Raya ini juga mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan listrik guna menghindari potensi bahaya arus pendek atau korsleting.

Sesuai Permen ESDM No. 11 Tahun 2021, ia menjelaskan batas kewenangan PLN hanya sampai pada alat ukur atau Mini Circuit Breaker (MCB). Sementara instalasi dari kWh meter hingga ke dalam rumah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelanggan.

“Pelanggan perlu memeriksa instalasi secara rutin melalui Lembaga Inspeksi Teknis (LIT). Saya juga berharap pihak PLN aktif menggelar penyuluhan dan edukasi kepada warga agar memahami penggunaan listrik yang aman di rumah masing-masing,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi dini, Mecky membagikan beberapa tips keselamatan ketenagalistrikan:

  • Gunakan peralatan listrik berstandar SNI.
  • Hindari pemakaian kabel terkelupas atau alat elektronik yang rusak.
  • Matikan seluruh peralatan listrik saat tidak digunakan atau sebelum meninggalkan rumah.
  • Laporkan segera ke pihak PLN jika menjumpai hal-hal yang berpotensi menimbulkan bahaya di sekitar jaringan listrik.

“Keselamatan ketenagalistrikan adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat harus menjadi mitra PLN dalam menciptakan lingkungan yang aman dan teredukasi dari potensi bahaya,” pungkas Mecky.