Persipura Jayapura Hadapi Dilema Besar: Pertimbangkan Markas di Jawa Meski Terancam Sanksi Poin

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 11/07

JAYAPURA — Manajemen Persipura Jayapura saat ini tengah menghadapi dilema besar dalam menentukan masa depan klub menjelang bergulirnya kompetisi musim baru.

Tim berjuluk Mutiara Hitam sedang mempertimbangkan opsi untuk memindahkan laga kandang (home) mereka ke Pulau Jawa demi efisiensi finansial, meskipun bayang-bayang sanksi pengurangan poin dari regulasi kompetisi tengah mengintai.

Langkah krusial ini diambil setelah Persipura dipastikan terkena sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama putaran pertama, memicu beban finansial yang sangat berat bagi operasional klub.

Manajer Persipura, Owen Rahadian, mengungkapkan, manajemen kini sedang mengkaji seluruh aspek secara matang demi menyelamatkan masa depan klub, baik dari sisi finansial maupun nilai historis kebanggaan masyarakat Papua.

“Musim ini kami menghadapi situasi yang tidak mudah. Dengan sanksi yang mengharuskan Persipura bermain tanpa kehadiran suporter pada putaran pertama, tentu ada dampak finansial yang cukup besar bagi klub,” kata Owen dalam rilis yang diterima tvpapua.com.

“Di sisi lain, kami juga memiliki beberapa opsi yang sedang kami pertimbangkan. Salah satunya adalah memainkan pertandingan kandang di Pulau Jawa, yang secara operasional dapat mengurangi beban biaya klub. Namun, berdasarkan regulasi yang berlaku, keputusan tersebut juga berpotensi membuat Persipura memulai kompetisi dengan pengurangan satu poin,” tambahnya.

Owen menegaskan, keputusan ini tidak bisa diambil secara terburu-buru. Manajemen harus menyeimbangkan antara kelangsungan hidup klub secara ekonomi dan tanggung jawab moral terhadap identitas tanah Papua.

“Ini bukan keputusan yang sederhana. Ada pertimbangan finansial, ada pertimbangan kompetitif, dan yang paling penting, ada tanggung jawab kami terhadap identitas Persipura sebagai kebanggaan masyarakat Papua,” ujarnya.

“Saat ini kami masih mengkaji seluruh aspek secara matang sebelum mengambil keputusan terbaik bagi klub. Apa pun keputusan yang nantinya diambil, satu hal yang pasti seluruh pertimbangannya didasarkan pada kepentingan jangka panjang Persipura, bukan kepentingan sesaat. Kami berharap seluruh keluarga besar Persipura dapat terus memberikan doa, masukan, dan dukungan. Di tengah tantangan yang ada, kami percaya kebersamaan akan menjadi kekuatan terbesar untuk membawa Persipura melangkah ke depan,” tambahnya.

Rencana Teknis dan Kehadiran Direktur Football Baru

Di samping masalah finansial dan pemilihan homebase, Persipura juga terus mematangkan persiapan teknis tim. Bertekad bangkit dari hasil kurang memuaskan di musim lalu, manajemen melakukan perombakan struktur dengan menunjuk pelatih baru serta membentuk posisi Direktur Football demi menjaga marwah permainan khas Papua.

Mengenai kesiapan skuad, Owen Rahadian menyatakan optimismenya bahwa moral tim saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Persipura juga berencana memperkuat komposisi pemain dengan mendatangkan tiga pilar asing baru.

“Musim lalu memberikan banyak pelajaran bagi kami. Walaupun hasilnya belum sesuai harapan, proses tersebut justru membuat tim semakin matang dan semakin menyatu. Semangat dan moral tim saat ini juga sangat baik untuk menyambut musim baru,” kata Owen.

“Tentu dengan hadirnya pelatih baru akan ada game plan dan pendekatan bermain yang baru. Karena itulah kami membentuk posisi Direktur Football, agar identitas dan ciri khas sepak bola Persipura tetap terjaga, siapa pun pelatihnya. Filosofi sepak bola Papua akan selalu menjadi dasar permainan kami, sementara strategi dan taktik akan terus beradaptasi dengan kebutuhan pertandingan dan karakter lawan. Untuk komposisi pemain, kami akan mengoptimalkan skuad yang ada terlebih dahulu, melakukan evaluasi secara menyeluruh, dan mendatangkan tiga pemain asing baru yang sesuai dengan kebutuhan tim,” tambah Owen. (***)