Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua

tvpapua.com, Jayapura, 07/07
Jayapura – Tim kolaborasi film Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita telah menyerahkan uang tiket sukarela senilai Rp517.928.770 dari para penonton untuk menjadi bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi internal di Papua. Sejak awal musim nonton bareng (nobar), uang tiket sukarela tersebut dimaksudkan untuk solidaritas ini.
Pengungsi internal Papua berasal dari daerah-daerah yang menjadi lokasi operasi militer Indonesia atau aktif konflik bersenjata, seperti Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Barat Daya (Kabupaten Maybrat). Namun, dengan sejumlah pertimbangan, salah satunya akses pengungsi terhadap bantuan, tim Pesta Babi memutuskan beberapa titik sebaran pengungsi. Melalui Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua, bantuan kemanusiaan berupa bahan makanan dan uang lantas disalurkan kepada para pengungsi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan pada medio Juni lalu.
Di Papua Tengah, bantuan kemanusiaan diserahkan kepada pengungsi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak pada 16 Juni dan kepada pengungsi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada 18 Juni. Tim penyalur bantuan kemanusiaan di lokasi ini yakni Pdt. Yahya Lagowan, Pdt. Warius Enumbi, Pdt. Elianus Tabuni, dan seorang staf Sekretariat Sinode Kingmi.
“Ini anak-anak Tuhan–mereka membuat film Pesta Babi dan memberi sumbangan untuk yang sedang dalam pengungsian. Mereka tidak bisa datang ke sini dan meminta kami yang datang mengantarkan bantuan kemanusiaan,” ujar Pdt. Yahya Lagowan, Ketua Sinode Kingmi di Tanah Papua di hadapan para pengungsi di Sugapa.
Pendeta Yahya Lagowan dan timnya yang pergi ke Kabupaten Intan Jaya berhadapan dengan situasi yang sangat tidak aman. Sejumlah pesawat nirawak (drone) berkeliaran, termasuk di tempat tim menginap dan di sekitar gereja yang menjadi lokasi warga mengungsi. Sebuah granat yang dijatuhkan meledak di sekitar lokasi para mama mencuci ubi, hingga dua perempuan menjadi korban. Selain peristiwa ini, menurut catatan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua, setidaknya ada enam rangkaian peristiwa kekerasan di Intan Jaya sepanjang Mei-Juni 2026.
Hari-hari penuh kekerasan akibat operasi militer Indonesia di Tanah Papua memakan korban hampir saban hari, termasuk mereka yang merupakan warga sipil: ibu hamil, bayi, anak-anak, pendeta, guru, tenaga kesehatan, pilot, dan lainnya. Situasi tersebut juga kian memaksa orang Papua menjadi pengungsi di tanah sendiri. Berdasarkan catatan Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP), sejak 2018 hingga saat ini, jumlah pengungsi internal di Tanah Papua mencapai 122.932 jiwa. Angka ini belum termasuk yang meninggal di lokasi pengungsian akibat kondisi yang terus memburuk.

Salah satu gelombang pengungsi terbesar berasal dari Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Tim kedua penyalur bantuan kemanusiaan, yang terdiri dari Pdt. Marthen Keiya, Pdt. Nataniel Tabuni, dan Pdt. Yairus Elopere, juga menyalurkan bantuan untuk para pengungsi Nduga di dua titik pengungsi di Wamena (Ilekma dan Kimbim), Kabupaten Jayawijaya dan Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, pada 17-18 Juni. Lokasi kedua ini menjadi tujuan mengungsi oleh warga dari dua distrik di dekatnya, yakni Yigi dan Mbulmu Yalma.
“Kami datang dalam rangka membawa sesuai dengan apa yang mereka [penonton Pesta Babi] minta. Kami tidak tambah-tambah dan tidak kurangi, tapi sesuai yang mereka minta–para penonton Pesta Babi, sehingga kami salurkan barang ini. Barang sudah sampai di sini. Kami punya tugas di kantor Sinode, hanya tangisan yang selalu kami naikkan kepada Tuhan. Dengan adanya [bantuan] demikian ini, kami berani datang kunjungi ibu dan bapak. Kalau tangan kosong, bertemu dengan kami punya umat ini, kami juga rasa sedih,” kata Pdt. Marthen Keiya, saat menyalurkan bantuan kepada para pengungsi di Distrik Mbua.
Tim kolaborasi film Pesta Babi berterima kasih atas solidaritas para penonton untuk para pengungsi internal Papua. Kendati uang tiket sukarela sudah tersalurkan menjadi bantuan kemanusiaan, persoalan ini jelas masih jauh dari selesai. Operasi militer di Tanah Papua kini bahkan membesar dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, seiring dengan berlangsungnya proyek strategis nasional pemerintah Indonesia.
Dengan dalih swasembada pangan dan energi, pemerintah menyasar tanah dan hutan seluas 2,5 juta hektare milik masyarakat adat untuk dikonversi menjadi sawah, kebun tebu untuk bioetanol, dan sawit untuk biodiesel. Semua berjalan dengan penempatan ribuan personel militer yang ditugasi mengamankan proyek dari protes masyarakat adat. Namun masyarakat adat masih berjuang dengan berbagai cara–dari mendirikan palang dan salib merah hingga menggugat ke pengadilan–dan membutuhkan solidaritas dari publik.
“Sudah terlalu banyak kematian, penderitaan, dan air mata tumpah di Tanah Papua. Tragedi kemanusiaan ini harus segera diakhiri. Kami mengajak para penonton Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita untuk bersama-sama mendesak pemerintah Indonesia melakukan demiliterisasi di Papua; menghentikan segala proyek eksploitatif yang merampas tanah Masyarakat Adat dan menghancurkan hutan, termasuk yang berlabel proyek strategis nasional; dan melakukan dialog damai yang setara antara Indonesia dan Papua,” ujar Yuliana Lantipo dari tim kolaborasi film Pesta Babi.

Pendeta Yahya Lagowan mengimbuhkan, “Negara perlu bertanggung jawab melindungi masyarakat sipil dan mencari solusi untuk bagaimana menyelesaikan konflik ini. Militer dan moncong senjata itu bukan solusi. Kami orang Papua juga merasa negara perlu sekali mengevaluasi pembangunan untuk Papua. Hutan dan tanah yang besar di Papua bukan tanpa pemilik. Ini semua dari nenek-moyang turun-temurun, punya batas-batas, dan sudah diwarisi oleh semua suku bangsa di Papua ini. Tidak ada tanah yang kosong. Jika negara mau membawa perusahaan masuk, tanya dan hargai orang Papua sebagai pemiliknya,” katanya. (***)
- Jul, 07, 2026
- Author: Mario
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Tunjuk Andri Ramawi, Alfredo Vera: Saatnya Persipura Bekerja dengan Satu Hati, Satu Tujuan 16 Juli 2026
- Persipura Resmi Tunjuk Angel Alfredo Vera Jadi Direktur Sepakbola Baru 15 Juli 2026
- Persipura Jayapura Hadapi Dilema Besar: Pertimbangkan Markas di Jawa Meski Terancam Sanksi Poin 12 Juli 2026
- Berkah Konser NDX A.K.A di Jayapura: Kuliner Ludes, UMKM Lokal Raup Omzet Belasan Juta Rupiah 9 Juli 2026
- Konser NDX A.K.A di Jayapura Bawa Berkah, Okupansi Hotel Melonjak hingga 90 Persen 9 Juli 2026
- Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua 7 Juli 2026
- Kapolda Papua Tunjuk 3 Polwan Jadi Kapolres, Tokoh Pemuda Nilai Terobosan Ini Layak Diapresiasi Kapolri 5 Juli 2026
- Peringati HUT Ke-73, BI Papua Berhasil Kumpulkan 591 Kantong Darah 3 Juli 2026
- Perkuat Sinergi, Bank Indonesia Gelar Capacity Building untuk Insan Pers di Papua 3 Juli 2026
- Lompatan Sejarah Medis Papua: RSUD Dok II Jayapura dan FK Uncen Resmi Memulai Kuliah Perdana Spesialis Anestesiologi 2026 3 Juli 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
