Lompatan Sejarah Medis Papua: RSUD Dok II Jayapura dan FK Uncen Resmi Memulai Kuliah Perdana Spesialis Anestesiologi 2026

tvpapua.com, Jayapura, 03/07
JAYAPURA – Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (FK Uncen) yang bekerja sama erat dengan RSUD Dok II Jayapura resmi menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia kedokteran di Tanah Papua. Kedua institusi ini sukses menggelar penerimaan sekaligus pembukaan kuliah perdana Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif periode Juli 2026.
Momentum ini menjadi pencapaian luar biasa sejak FK Uncen didirikan. Pasalnya, ini adalah kali pertama universitas tertua di Papua tersebut membuka program pendidikan dokter spesialis, tepat 24 tahun setelah prodi dokter umum pertama kali dibuka pada tahun 2002 silam.
Direktur RSUD Dok II Jayapura, dr. Andreas Pekey, Sp.PD., M.H., M.Si., yang juga merupakan alumni angkatan pertama FK Uncen tahun 2002, menyatakan rasa bangganya atas terobosan besar ini. Namun, ia juga menegaskan bahwa proses pembukaan prodi spesialis bukanlah hal yang mudah.
“Di universitas-universitas besar, mereka bisa mengelola hingga 32 jurusan spesialis. Bagi Uncen, kita memulai langkah awal dengan membuka satu prodi ini terlebih dahulu. Prosesnya tidak semudah itu karena menuntut kesiapan khusus, mulai dari infrastruktur kampus, ketersediaan fasilitas rumah sakit, alat-alat medis canggih, hingga kemampuan terapi klinis yang harus berjalan beriringan dengan pihak fakultas,” ungkap dr. Andreas Pekey dalam keterangan persnya di Jayapura, Jumat (3/7/26).
Ia menambahkan, kehadiran prodi Anestesiologi ini akan menjadi pionir yang segera diikuti oleh pembukaan beberapa program studi spesialis penting lainnya secara bertahap, antara lain Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn/Kandungan), Spesialis Bedah, Spesialis Anak, hingga Spesialis Penyakit Dalam.
Jawab Krisis Dokter Spesialis dan Perintah Undang-Undang
Secara hukum, pembukaan PPDS ini merupakan bentuk konkret pelaksanaan perintah Undang-Undang Dasar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyejahterakan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi solusi nyata untuk memangkas kesenjangan lebar antara pertumbuhan penduduk dan ketersediaan jumlah dokter spesialis di Papua.
“Mencetak satu dokter spesialis itu butuh waktu minimal 6 tahun, sementara laju penduduk bertambah jauh lebih cepat setiap tahunnya. Karenanya, negara mendorong universitas yang sudah layak untuk membuka pendidikan jalur university-based maupun hospital-based. Strategi ini juga sangat sejalan dengan visi misi Gubernur menuju ‘Papua Cerah’ melalui pemenuhan masyarakat yang cerdas dan sehat,” jelas dr. Andreas.
Kebutuhan tenaga medis ini dinilai sangat krusial. Pasalnya, berdasarkan hasil peninjauan langsung selama 13 hari mendampingi Gubernur ke berbagai daerah pelosok, masih banyak rumah sakit daerah di Papua yang mengalami kekosongan total dokter spesialis, bahkan dokter umum.
Berbeda dengan pendidikan dokter umum yang 70 persen teorinya dihabiskan di kampus, dr. Andreas memaparkan bahwa porsi pendidikan dokter spesialis ini 97 hingga 98 persen akan berbasis langsung di rumah sakit.
“Kampus hanya digunakan pada momen tertentu saja seperti pembukaan atau penutupan. Sisanya, para peserta didik akan bersiaga penuh selama 24 jam di rumah sakit untuk melayani masyarakat sesuai jadwal dan regulasi yang ketat. Pihak RSUD Dok II Jayapura menyambut penuh mulainya pendidikan ini demi menggodok SDM kesehatan yang tangguh,” tegasnya.

Dibekali 5 Materi Utama Kuliah Perdana
Memasuki sesi acara inti, para mahasiswa baru PPDS Anestesiologi langsung dihadapkan pada rangkaian pembekalan intensif. Sesi Kuliah Perdana ini menghadirkan lima narasumber top di bidangnya yang memaparkan lima pilar materi esensial bagi calon dokter spesialis:
- Nilai-nilai ke-Uncen-an: Disampaikan langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Uncen, Dr. Dirk Y. P. Runtuboy, S.Pd., M.Kes., untuk menanamkan jati diri dan integritas institusi
- Pendidikan Klinis yang Bermartabat: Dipaparkan oleh dr. Ayu, Sp.An., guna memberikan pemahaman etika profesi kedokteran selama praktik klinis.
- Pengenalan Alur Penyelenggaraan Pendidikan: Dijelaskan oleh dr. Albinus, Sp.An., sebagai panduan teknis bagi mahasiswa dalam menempuh masa studi.
- Sosialisasi Program dan Layanan Psikologi FK Uncen: Disampaikan oleh Wakil Dekan III FK Uncen, dr. Izak Samay, M.Kes., Sp.KJ., untuk memastikan dukungan kesehatan mental bagi para mahasiswa menghadapi beban kerja tinggi.
- Aturan dan Etika Bermedia Sosial: Diberikan oleh Ketua Jurusan Ilmu Kedokteran, dr. Gerson A. Warnares, M.Med., M.Phil., Sp.Onk.Rad., sebagai rambu-rambu komunikasi digital bagi seorang profesional medis.
Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan serta penandatanganan Ikrar Pendidikan Bermartabat oleh perwakilan mahasiswa baru, disusul dengan sesi foto bersama seluruh jajaran rektorat, dekanat, direksi rumah sakit, dan para dosen pendidik yang siap mengawal lahirnya generasi dokter spesialis anestesi pertama dari bumi Cenderawasih. (QB)
- Jul, 03, 2026
- Author: Mario
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Tunjuk Andri Ramawi, Alfredo Vera: Saatnya Persipura Bekerja dengan Satu Hati, Satu Tujuan 16 Juli 2026
- Persipura Resmi Tunjuk Angel Alfredo Vera Jadi Direktur Sepakbola Baru 15 Juli 2026
- Persipura Jayapura Hadapi Dilema Besar: Pertimbangkan Markas di Jawa Meski Terancam Sanksi Poin 12 Juli 2026
- Berkah Konser NDX A.K.A di Jayapura: Kuliner Ludes, UMKM Lokal Raup Omzet Belasan Juta Rupiah 9 Juli 2026
- Konser NDX A.K.A di Jayapura Bawa Berkah, Okupansi Hotel Melonjak hingga 90 Persen 9 Juli 2026
- Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua 7 Juli 2026
- Kapolda Papua Tunjuk 3 Polwan Jadi Kapolres, Tokoh Pemuda Nilai Terobosan Ini Layak Diapresiasi Kapolri 5 Juli 2026
- Peringati HUT Ke-73, BI Papua Berhasil Kumpulkan 591 Kantong Darah 3 Juli 2026
- Perkuat Sinergi, Bank Indonesia Gelar Capacity Building untuk Insan Pers di Papua 3 Juli 2026
- Lompatan Sejarah Medis Papua: RSUD Dok II Jayapura dan FK Uncen Resmi Memulai Kuliah Perdana Spesialis Anestesiologi 2026 3 Juli 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
