Gelar Kuliah Perdana PPDS Anestesiologi, FK Uncen Gandeng UGM demi Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Pedalaman Papua

tvpapua.com, Jayapura, 03/07
JAYAPURA – Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi mengukir sejarah baru dalam dunia kedokteran di Tanah Papua dengan menggelar kuliah perdana Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif periode Juli 2026. Kehadiran program studi (prodi) baru ini mencatatkan rekor sebagai pendidikan dokter spesialis berbasis universitas (university-based) pertama yang hadir di Fakultas Kedokteran (FK) Uncen.
Pembukaan prodi ini merupakan mandat langsung dari pemerintah pusat guna mempercepat penempatan dokter spesialis di daerah, sekaligus mendekatkan akses layanan pendidikan medis tingkat lanjut bagi putra-putri Papua. Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi pembangunan sektor kesehatan di bumi Cenderawasih.
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Dirk Y. P. Runtuboy, S.Pd., M.Kes., menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus menyambut hangat jajaran mahasiswa baru. Menurutnya, berdirinya prodi baru ini merupakan buah dari perjuangan panjang yang menuntut daya tahan tinggi.
“Secara kelembagaan kami sangat bersyukur tahun ini dapat menerima mahasiswa baru. Ini bukan semata-mata usaha tunggal Uncen, melainkan hasil kerja keras tim task force, kaprodi, dan seluruh tim di bawah komando Ibu Dekan, serta ditopang penuh oleh pemerintah daerah,” ujar Dr. Dirk Runtuboy dalam sambutannya, di Jayapura, Jumat (3/7/26).
Jawab Tantangan Geografis dan Kesenjangan Layanan Kesehatan
Wakil Rektor I menggarisbawahi tantangan geografis ekstrem Papua yang selama ini menghambat pemerataan fasilitas kesehatan profesional, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
“Geografi Papua didominasi pegunungan, dataran tinggi, ngarai, pedesaan, hingga pulau-pulau luar. Kondisi ini membuat pemenuhan fasilitas dan tenaga kesehatan menjadi tantangan berat. Oleh karena itu, lulusan program spesialis anestesi ini nantinya wajib dibekali kemampuan spesifik untuk menghadapi medan tugas dan siap ditempatkan di seluruh penjuru daerah penuh tantangan di Papua,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dekan FK Uncen dr. Inneke Viviane Sumolang, Sp.DVE, FINSDV, FAADV., menjelaskan bahwa para mahasiswa angkatan perdana ini merupakan dokter-dokter pilihan yang dikirim langsung oleh pemerintah daerah asal, meliputi Provinsi Papua Tengah, Papua, dan Papua Barat.
“Mereka dikirim dengan komitmen penuh untuk melengkapi, bahkan menempati posisi strategis sebagai dokter spesialis di rumah sakit daerah masing-masing setelah lulus nanti. Kehadiran prodi ini akan sangat membantu pemerintah dalam program penyediaan dan pemerataan tenaga medis,” tutur dr. Inneke Sumolang saat ditemui pasca-kegiatan.

Seleksi Ketat: Hanya 4 Dokter Terbaik yang Lolos
Proses rekrutmen angkatan pertama ini berjalan sangat ketat dan kompetitif. Dari total 10 dokter daerah yang mendaftarkan diri, tim penguji hanya meloloskan 4 orang calon dokter spesialis terbaik.
“Penerimaan ini melalui penyaringan yang ketat. Kami tidak hanya menguji kemampuan akademik, melainkan juga aspek psikologis lewat psikotes untuk memastikan ketahanan mental mereka mengikuti pendidikan intensif selama empat tahun ke depan. Tahapan wawancara khusus juga dilakukan untuk melihat passion mendalam mereka di bidang anestesi,” jelas dr. Inneke.
Jaminan Kualitas Nasional lewat Pendampingan FK UGM
Menjawab tantangan persaingan global dan keselarasan kurikulum dengan standar kolegium nasional, FK Uncen bergerak cepat dengan menjalin kerja sama strategis bersama Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Selama dua tahun ke depan, FK UGM akan bertindak sebagai universitas pengampu yang mendampingi penuh proses akademik FK Uncen hingga meraih akreditasi mandiri secara penuh. Kerja sama ini menjamin standar kurikulum yang diterapkan di Uncen setara dengan kualitas pendidikan di UGM.
“Kami berkolaborasi penuh dalam kurikulum. Dosen-dosen ahli dari UGM akan datang langsung untuk mengajar tatap muka, melakukan pendampingan praktik klinis, maupun mengajar daring. Bahkan untuk pemenuhan materi atau kompetensi khusus, para mahasiswa nantinya akan diberangkatkan langsung ke Yogyakarta,” ujar Dekan FK Uncen meyakinkan.
Dengan adanya skema pendampingan ketat dari universitas mitra bereputasi ini, dr. Inneke mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tidak meragukan kualitas lulusan perdana Uncen. Terlebih, di akhir masa studi, para mahasiswa diwajibkan mengikuti ujian kompetensi nasional terpadu yang diselenggarakan langsung oleh Kolegium Anestesiologi Indonesia.
Sistem penyamaan kompetensi nasional tersebut menjamin dokter spesialis anestesi lulusan bumi Cenderawasih memiliki legalitas, kapabilitas, dan daya saing yang sejajar dengan lulusan universitas-universitas besar lainnya di seluruh Indonesia. QB
- Jul, 03, 2026
- Author: Mario
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Tunjuk Andri Ramawi, Alfredo Vera: Saatnya Persipura Bekerja dengan Satu Hati, Satu Tujuan 16 Juli 2026
- Persipura Resmi Tunjuk Angel Alfredo Vera Jadi Direktur Sepakbola Baru 15 Juli 2026
- Persipura Jayapura Hadapi Dilema Besar: Pertimbangkan Markas di Jawa Meski Terancam Sanksi Poin 12 Juli 2026
- Berkah Konser NDX A.K.A di Jayapura: Kuliner Ludes, UMKM Lokal Raup Omzet Belasan Juta Rupiah 9 Juli 2026
- Konser NDX A.K.A di Jayapura Bawa Berkah, Okupansi Hotel Melonjak hingga 90 Persen 9 Juli 2026
- Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua 7 Juli 2026
- Kapolda Papua Tunjuk 3 Polwan Jadi Kapolres, Tokoh Pemuda Nilai Terobosan Ini Layak Diapresiasi Kapolri 5 Juli 2026
- Peringati HUT Ke-73, BI Papua Berhasil Kumpulkan 591 Kantong Darah 3 Juli 2026
- Perkuat Sinergi, Bank Indonesia Gelar Capacity Building untuk Insan Pers di Papua 3 Juli 2026
- Lompatan Sejarah Medis Papua: RSUD Dok II Jayapura dan FK Uncen Resmi Memulai Kuliah Perdana Spesialis Anestesiologi 2026 3 Juli 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
