Haru Peserta Pelatihan Alat Berat: “Biasanya Harus ke Luar Papua dan Mahal, Sekarang Ada di Jayapura”

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 27/04

SENTANI – Rasa syukur dan haru menyelimuti pelaksanaan praktik lapangan Pelatihan Sertifikasi Operator Alat Berat dan K3 Umum di Kabupaten Jayapura. Salah satu perwakilan peserta mengungkapkan apresiasi mendalam atas inisiatif program yang dianggap sebagai peluang langka bagi putra daerah.

Setelah menjalani tiga hari pembekalan teori di Hotel Grand Abe, para peserta kini mulai terjun langsung mengoperasikan alat berat. Program ini disebut sebagai terobosan baru yang selama ini sulit diakses oleh pencari kerja di Papua.

Kejutan bagi Pencari Kerja Lokal

Peserta mengakui sempat terkejut saat pertama kali melihat brosur pelatihan ini tersebar. Pasalnya, pelatihan bersertifikasi resmi seperti K3 dan operator alat berat biasanya hanya tersedia di luar Papua dengan biaya yang sangat tinggi.

“Kami sempat heran dan tidak percaya. Biasanya hal-hal seperti ini dilakukan di luar Papua dan biayanya sangat mahal. Tapi berkat upaya panitia, khususnya Kakak Monika, kami bisa mendapatkan kesempatan luar biasa ini secara gratis,” ujar salah satu peserta pelatihan dengan nada antusias pada Senin (27/4/26).

Kesadaran Baru: ‘Safety’ adalah Kunci

Selama tiga hari mengikuti materi di hotel, para peserta mengaku mendapatkan perspektif baru, terutama mengenai pentingnya keselamatan kerja atau safety.

“Mungkin kata safety terdengar sederhana di telinga masyarakat awam. Tapi setelah ikut pelatihan ini, kami sadar bahwa safety adalah hal paling utama, baik di dunia industri maupun instansi pemerintahan. Ini modal besar bagi kami sebelum masuk ke dunia kerja,” tambahnya.

Sisi Emosional di Balik Layar

Ada momen menyentuh saat peserta mengenang perjuangan Monika Priska Wanma, selaku penggagas kegiatan. Peserta menceritakan bagaimana Monika sempat meneteskan air mata haru saat memberikan sambutan, mengingat sulitnya perjuangan untuk merealisasikan pelatihan ini bagi anak-anak Papua.

“Kami sangat terkesan dengan Kakak Monika. Beliau perempuan Papua yang hebat. Beliau sampai menangis karena begitu keras memperjuangkan agar kegiatan ini bisa terjadi. Kami berharap beliau terus maju dan kegiatan seperti ini terus ada untuk kami,” ungkap peserta tersebut.

Kini, para peserta yang terdiri dari pemuda asal Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Kabupaten Sarmi tersebut siap menyelesaikan praktik lapangan hingga 30 April mendatang demi meraih sertifikasi ganda yang akan menjadi tiket mereka menuju dunia industri profesional.

Kehadiran pelatihan sertifikasi operator alat berat dan K3 di Kabupaten Jayapura mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat setempat. Yusak Ohee, salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam pembukaan praktik lapangan, menyebut program ini sebagai jawaban atas kerinduan anak-anak kampung yang ingin bekerja secara profesional. (QB)