Buka Pelatihan Alat Berat dan K3, Pemkab Jayapura Fokus Tekan Angka Pengangguran

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 27/04

SENTANI – Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi membuka kegiatan praktik lapangan dalam rangkaian Pelatihan Sertifikasi Safety K3 Umum dan Operator Alat Berat bagi para pencari kerja. Acara dihadiri oleh peserta dari berbagai wilayah, termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Sarmi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Jayapura, Idris Dabah, S.H., hadir mewakili Bupati Jayapura untuk membuka kegiatan secara resmi. Dalam naskah sambutan yang dibacakannya, ditegaskan bahwa pelatihan Sertifikasi K3 Umum dan Operator Alat Berat ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pengangguran.

Program ini bekerja sama dengan LPK Idaman Karya Mandiri Training Center untuk memastikan para pencari kerja memiliki sertifikasi resmi yang diakui oleh industri. Dengan kompetensi yang terstandarisasi, diharapkan putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam pembangunan infrastruktur dan industri di Papua.

“Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan misi nyata pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, siap pakai, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja (K3),” pungkasnya.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus penggagas, Monika Priska Wanma, menjelaskan bahwa para peserta tidak langsung diterjunkan ke alat berat. Mereka telah dibekali teori dasar yang sangat ketat sebelumnya.

“Peserta sudah menerima materi Safety K3 Dasar, pemahaman komponen alat berat, hingga pengenalan indikator-indikator pada mesin. Jadi, hari ini mereka sudah dinyatakan siap untuk naik ke alat dan melakukan praktik,” ujar Monika saat ditemui di lokasi praktik lapangan.
Praktik lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 27 hingga 30 April 2026.

Prioritas Anak Muda OAP dan Sertifikasi Ganda

Monika menegaskan bahwa kegiatan ini diprioritaskan bagi pemuda Orang Asli Papua (OAP) dari tiga wilayah, yakni Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kota Jayapura. Tujuan utamanya adalah menghapus hambatan administratif yang sering dialami putra daerah saat melamar pekerjaan.

“Kami ingin membantu adik-adik OAP agar memiliki bekal kompetensi. Selama ini mereka sering kesulitan melamar ke perusahaan karena tidak punya sertifikat. Melalui program ini, mereka dibekali dua sertifikat sekaligus: Sertifikat Operator Alat Berat dan Sertifikat K3 Umum,” jelasnya.

Sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menjadi poin krusial karena saat ini hampir seluruh industri dan perusahaan di Papua mewajibkan dokumen tersebut sebagai syarat utama rekrutmen.

Target Serapan Kerja: Peserta Asal Jayapura Langsung Magang

Pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan lalu melepas para peserta. Monika mengungkapkan sudah ada langkah konkret pasca-pelatihan, khususnya bagi peserta dari Kabupaten Jayapura.

“Harapan kami, setelah ini ada lowongan kerja, adik-adik bisa langsung di-hire (direkrut). Untuk 15 peserta dari Kabupaten Jayapura, setelah pelatihan ini mereka akan langsung mengikuti program magang selama dua bulan di Hotel Suni,” tambah Monika.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, LPK Idaman Karya Mandiri, dan pihak swasta, diharapkan angka pengangguran di Papua dapat ditekan secara signifikan melalui penyediaan tenaga kerja lokal yang bersertifikasi dan kompeten di bidang industri berat.

Sementara itu, Idam Khalid, pimpinan LPK Idaman Karya Mandiri Training Center mengatakan motivasinya mendirikan lembaga ini, berawal dari keprihatinannya melihat tantangan besar yang dihadapi putra-putri daerah untuk menembus dunia kerja. Menurutnya, ijazah pendidikan formal saja tidak cukup tanpa didampingi keahlian spesifik.

“Zaman sekarang, meski menyandang gelar S1 atau S2, bahkan lulusan luar negeri sekalipun, tanpa skill dan sertifikat kompetensi akan sangat sulit masuk ke dunia industri. Itulah yang memanggil saya untuk membuka lembaga ini,” tutupnya.(QB)