Festival Sagu Kemenkumham Papua Fokus Dorong Keterlibatan Pelaku Usaha OAP

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 22/04

JAYAPURA — Kanwil Kemenkumham Papua akan menggelar Festival Sagu. Event ini memanfaatkan momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang diperingati setiap 26 April 2026. Rencana penyelenggaraan festival ini pun mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari para pegiat industri kreatif lokal. Salah satunya datang dari Oktovianus Masker Worabay selaku Koordinator Utama dari [Octow Entertainment] yang dipercaya sebagai Event Organizer (EO) acara.

Membuka Ruang yang Masih Minim Bagi OAP

Oktovianus mengungkapkan bahwa selama ini keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam mengelola maupun berpartisipasi di berbagai festival kuliner berskala besar masih sangat minim. Dari pengalaman mengelola festival makanan independen sebelumnya seperti [Baku Timba Fest], ia menyayangkan partisipasi masyarakat lokal yang belum maksimal.

“Kegiatan kali ini memang kita fokuskan untuk saudara-saudara kita Papua. Artinya, ini bukan diskriminasi atau apapun, tapi memang sudah seharusnya kita lakukan untuk mendukung pergerakan ekonomi mereka,” tegas Oktovianus, di Jayapura, Rabu (22/4/2026).

Antusiasme Tinggi: Kuota Tenant Membengkak

Awalnya pihak penyelenggara hanya merencanakan pembukaan 30 unit booth (tenant) kuliner. Namun karena derasnya arus informasi yang cepat tersebar luas ke masyarakat Papua, antusiasme pedagang membeludak tinggi. Untuk menyiasati lonjakan tersebut, panitia menetapkan skema baru.

“Jadi, kuota dinaikkan hingga menyentuh angka 50 booth, dimana dalam satu booth
Kita memasukkan 2 hingga 3 pelaku usaha dengan jenis kuliner yang selaras ke dalam satu tempat pengisian stand,” jelasnya.

Cara tersebut dinilai sangat adil agar semua pedagang yang berbondong-bondong mendaftarkan diri bisa terakomodir dengan baik.

“Pembagian varian makanan dan minuman yang seimbang di setiap sudut juga bertujuan agar pengunjung bisa berbelanja secara merata,” ungkapnya.

Dorong Pemerintah Jadikan Event Tahunan

Para pegiat kreatif dan pelaku usaha sangat berharap kegiatan yang diinisiasi oleh Kanwil Hukum ini mendapat dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah.

“Harapan ke depannya, Festival Sagu dapat dikukuhkan secara konsisten menjadi agenda tahunan demi menghimpun kemandirian seluruh pelaku usaha di Papua,” pungkasnya. (QB)