Bangkit dari “Mati Suri”, Persidafon Dafonsoro Siap Berlaga di Liga 4 di Bawah Kepemimpinan Haris Yocku

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 12/03

SENTANI – Klub kebanggaan masyarakat Kabupaten Jayapura, Persidafon Dafonsoro, resmi menyatakan kesiapannya untuk kembali bersaing di kasta sepak bola nasional. Setelah lama vakum atau “mati suri”, tim berjuluk Gabus Sentani ini kini tengah dipersiapkan untuk memulai perjuangan dari Liga 4 musim 2026.

Sebagai bentuk persiapan akhir, Persidafon menggelar pertandingan persahabatan melawan Persiker Keerom di Lapangan Barnabas Youwe (LBY), Sentani, Kamis (12/3/2026) sore. Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Jayapura, juga Bupati Keerom beserta seluruh pengurus kedua tim.

Wakil Bupati Jayapura sekaligus Ketua Umum Persidafon, Haris Richard S. Yocku, yang hadir langsung memantau pertandingan, menegaskan bahwa menghidupkan kembali Persidafon adalah janji politiknya bersama Bupati Jayapura, Yunus Wonda.

“Sejak masa kampanye, kami sudah berkomitmen untuk menghidupkan kembali Persidafon. Walaupun banyak yang ragu, puji Tuhan hari ini Persidafon eksis kembali meski harus mulai dari Liga 4. Kami optimis bisa mengantarkan tim ini naik level ke Liga 3, Liga 2, hingga kembali ke Liga 1,” ujar Haris Yocku di hadapan awak media.

Haris mengakui bahwa masa persiapan tim relatif singkat, yakni hanya sekitar satu minggu setelah proses seleksi pemain. Namun, ia mengapresiasi perkembangan pesat para pemain di lapangan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jayapura atas dukungan penuh dalam penggunaan fasilitas dan pembentukan manajemen tim.

“Pemerintah memberikan dukungan 100 persen. Pesan saya kepada masyarakat, mari penuhi stadion. Dukungan kalian adalah nyawa bagi anak-anak yang sedang bertumbuh ini. Kalau bukan kita, siapa lagi?” tambahnya.

Evaluasi Pelatih Gerald Pangkali

Di sisi teknis, pelatih kepala Persidafon, Gerald Pangkali, mengakui tantangan besar dalam membangun kerangka tim yang solid dengan waktu yang sangat terbatas.

“Dengan waktu minim, tidak mungkin langsung jadi tim yang sangat solid. Namun, saya percaya dengan semangat anak-anak. Dalam uji coba melawan Persiker ini, saya tidak melihat menang atau kalah, melainkan kolektivitas dan intensitas permainan,” jelas mantan kapten Persipura tersebut.

Gerald sengaja memilih Persiker Keerom sebagai lawan uji coba karena lawan dianggap memiliki masa persiapan yang lebih lama. Hal ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana fisik dan mental pemain Persidafon mampu mengimbangi lawan dengan intensitas tinggi sebelum kompetisi resmi bergulir.

Uji coba melawan Persiker ini menutup rangkaian tur pramusim Persidafon setelah sebelumnya sempat menghadapi Persipura Jayapura, Persemi Mimika, dan Mamberamo Raya. (QB)