Pemprov Papua Selatan Luncurkan SIRIOS, GEMAS Ha-Anim dan PASSTI Ha-Anim, Perkuat Pembangunan Berbasis Data Terpilah

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 28/9

Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan meluncurkan tiga inisiatif strategis untuk memperkuat tata kelola data, perencanaan pembangunan, dan perlindungan sosial, Senin (28/9/2026) di Merauke.

Tiga inisiatif tersebut adalah Sistem Informasi Orang Asli Papua di Papua Selatan (SIRIOS), Program Generasi Emas Ha-Anim (GEMAS Ha-Anim), dan Portal Satu Data Daerah PASSTI Ha-Anim.

Peluncuran ini merupakan kolaborasi Pemprov Papua Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel untuk mewujudkan perencanaan pembangunan berbasis bukti dan memastikan layanan dasar lebih tepat sasaran, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP).

Acara dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), Forkopimda, Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS), DPR Papua Selatan, kepala distrik, kepala kampung, serta kader kampung.

Gubernur Papua Selatan dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menegaskan bahwa peluncuran ini sejalan dengan program prioritas Sapta Cita dalam RPJMD Papua Selatan.

“Sesuai program prioritas dalam RPJMD Papua Selatan adalah Papua Selatan Satu Data, Pendataan Terpilah dan Perlindungan Sosial, dimana pentingnya SIRIOS sebagai bentuk inovasi daerah untuk mewujudkan ketersediaan data sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan terpilah OAP yang akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Gubernur.

Pemprov telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2025 tentang Satu Data Tingkat Provinsi dan Pergub Nomor 10 Tahun 2025 tentang Sistem Informasi Orang Asli Papua sebagai payung hukum.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, menyebut data terintegrasi adalah kunci kebijakan yang presisi.

“Data yang terintegrasi memberikan gambaran kondisi masyarakat yang utuh, terkini, dan konsisten sebagai dasar penetapan prioritas. Hal ini memungkinkan identifikasi kebutuhan secara lebih presisi, termasuk bagi OAP, sehingga program menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Senada, Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Pusdatin Kemendagri, Yeni Indah Susanti, menekankan pentingnya Satu Data untuk transparansi dan akuntabilitas perencanaan.

Ketiga sistem ini dirancang saling melengkapi:

1.SIRIOS – Sistem Informasi Orang Asli Papua
Sistem pendataan sosial-ekonomi berbasis by name by address (BNBA) yang membedakan data OAP dan Non-OAP. Menggunakan 20 variabel terpadu yang diselaraskan dengan Regsosek/DTSEN dan didata langsung oleh kader di tingkat kampung dan kelurahan.

2.GEMAS Ha-Anim – Generasi Emas Papua Selatan
Program perlindungan sosial daerah bagi keluarga OAP yang memiliki anak usia dini 0-12 bulan. Fokus pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk pemenuhan gizi, kesehatan, dan mendorong kepemilikan dokumen kependudukan anak. Bantuan disalurkan dalam bentuk tunai.

3.PASSTI Ha-Anim – Portal Satu Data Daerah Platform yang mengintegrasikan data sektoral antar-perangkat daerah. Mengacu pada Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia dan kebijakan Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri.

Dalam peluncuran tersebut, Pemprov Papua Selatan bersama Pemkab Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat menandatangani berita acara komitmen bersama dalam pelaksanaan SIRIOS, pemanfaatan PASSTI Ha-Anim, dan pelaksanaan GEMAS Ha-Anim.

Peluncuran ditandai dengan aktivasi SIRIOS dan Portal PASSTI Ha-Anim serta penyerahan simbolis bantuan GEMAS Ha-Anim kepada keluarga penerima manfaat.

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema “Penguatan program prioritas nasional dan daerah agar semakin tepat sasaran” dan pelatihan penggunaan SIRIOS bagi kader, kepala kampung, dan ASN dari empat kabupaten.

Direktur Implementasi Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) – Program Kemitraan Australia-Indonesia, Theodore Weohau, mengapresiasi terobosan ini.

“Peluncuran ini bukan sekadar pengenalan sistem dan program, melainkan momentum untuk memperkuat tata kelola dan memastikan kebijakan afirmatif bagi OAP menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan,” kata Ted.

Ia menambahkan, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh keterhubungan data.

“Dukungan kepada bayi dan keluarga pada fase awal kehidupan adalah investasi jangka panjang. Agar tepat sasaran, dibutuhkan basis data yang baik antara SIRIOS, Dukcapil, kesehatan, dan sosial,” pungkasnya. (QB)