Kasus Kusta di Kota Jayapura Capai 563 Kasus, Dinkes bersama LKC DD Papua Perkuat Kader Guna Cegah Stigma di Masyarakat

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 23/09

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama mitra dalam hal ini, Lembaga Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC DD) Wilayah Papua menggelar pelatihan kader kesehatan kusta. Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya nyata menekan dan menyisir temuan kasus kusta yang terbilang masih tinggi di wilayah Kota Jayapura.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri langsung oleh Asisten III (Asisten Administrasi Umum) Setda Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari yang mengapresiasi kontribusi dari para mitra kerja yang ikut peduli terhadap isu kesehatan masyarakat terabaikan seperti kusta.

“Semua penduduk di Kota Jayapura yang mampu, bantu yang tidak mampu. Itu prinsip kita karena kita Satu Hati. Kami sangat berterima kasih kepada teman-teman Dompet Dhuafa yang memiliki layanan kesehatan cuma-cuma untuk masyarakat,” ujar dr. Ni Nyoman Sri Antari, di Jayapura, Rabu (23/9/26).

Ia menambahkan bahwa penyakit kusta sering kali terabaikan oleh masyarakat karena gejala awalnya yang mirip dengan penyakit kulit biasa atau panu. Bercak putih atau benjolan yang mati rasa (tidak terasa) merupakan ciri khas utama kusta yang harus diwaspadai agar tidak terlambat diobati dan mengakibatkan kecacatan fisik (claw hand).

“Tahun ini (2026) kita proaktif menemukan kasus baru. Target kita di tahun 2026 hingga 2027 semua kasus bisa ditemukan dan diobati secara tuntas, sehingga pada tahun 2030 Kota Jayapura bisa mencapai eliminasi kusta,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dorkas Elly, SKM, memaparkan data terkini mengenai situasi kusta di Kota Jayapura. Berdasarkan data per September 2026, tercatat ada 563 kasus kusta yang sedang menjalani pengobatan, dengan 260 di antaranya merupakan kasus baru yang ditemukan sepanjang tahun ini.

“Angka 563 kasus di bulan September ini tergolong sangat tinggi. Secara demografi, kasus paling banyak ditemukan pada laki-laki dewasa. Kami sangat terbantu dengan kegiatan screening massal (Active Case Finding) sebelumnya yang didukung oleh Sasakawa Foundation,” ungkap Dorkas Elly.

Dorkas juga menekankan pentingnya peran kader, terutama ibu-ibu, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk membantu petugas medis melakukan screening awal. Jika menemukan adanya bercak mencurigakan pada kulit warga, kader diharapkan segera melaporkannya ke puskesmas terdekat.

Di lokasi yang sama, Kepala Wilayah LKC DD Papua, Tumijan, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh 15 kader dari tiga puskesmas dengan wilayah kasus tertinggi, yaitu Puskesmas Abepura, Puskesmas Hamadi, dan Puskesmas Jayapura Utara. Pemateri pelatihan merupakan perawat senior dan juru kusta dari Puskesmas Hamadi, Ibu Vera Yoku.

“Fokus utama pelatihan ini adalah melakukan penyegaran (refresh) kemampuan kader, terutama terkait sistem pelaporan digital, komunikasi efektif untuk mencegah stigma kusta di masyarakat, serta pentingnya pemberian kemoprofilaksis bagi keluarga pasien,” jelas Tumijan.

Selain memberikan pelatihan, LKC DD Papua bersama Dinkes Kota Jayapura juga menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein serta paket kebersihan pribadi (personal hygiene kit) kepada 195 orang penerima manfaat di wilayah puskesmas tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri dan memutus mata rantai penularan kusta dari hulu. (QB)