Kunjungi MBI dan Peruri, Jurnalis Papua Pelajari Perbankan Indonesia

Spread the love
Kunjungan ke Museum Bank Indonesia/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 12/10

Jakarta – Sebanyak 33 jurnalis Papua mengunjungi Museum Bank Indonesia dan Peruri guna meningkatkan pemahaman jurnalis tentang peran BI sebagai bank sentral dan proses pencetakan uang di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Capacity Building yang diadakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Papua yang dilaksanakan di Kota Jakarta selama 4 hari (7-10) Oktober 2025.

Museum Bank Indonesia adalah museum sejarah dan budaya yang terletak di Kota Tua Jakarta. Museum ini memamerkan sejarah perbankan Indonesia dari masa kolonial hingga saat ini.

Dengan adanya kehadiran seorang pemandu, kunjungan ini menjadi lebih menarik dan informatif tentang koleksi dan sejarah museum.

Jurnalis Beritapapua.co, Renaldo Tulak mengatakan, mendapatkan pengalaman yang lebih kaya dan memahami lebih baik tentang sejarah dan peran Bank Indonesia.

“Kita diajak melintasi setiap ruang dan mendapatkan informasi detail tentang sejarah perbankan Indonesia dan evolusi peran BI,” ujarnya Kamis (9/10/25).

Dari Museum Bank Indonesia, rombongan jurnalis diajak melihat langsung proses pencetakan uang di Peruri, Karawang, Jawa Barat.

Kunjungan ke Peruri/ Istimewa

Peruri adalah lembaga negara yang bertanggungjawab untuk mencetak uang kertas dan logam rupiah.

Kunjungan ini memberikan pengetahuan tentang proses pencetakan uang yang aman dan berkualitas.

Rivando Nay, jurnalis Nusantarapost.id mengatakan ini adalah sejarah karena bisa menyaksikan semua proses pencetakan uang secara langsung.

“Ini pengalaman yang sangat berharga dan membuka wawasan kami tentang BI,”katanya usai kegiatan.

Dari kedua tempat yang dikunjungi tersebut, Kepala Perwakilan BI Papua, Faturachman mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat peran media dalam menyampaikan informasi kebijakan BI secara akurat dan konstruktif kepada publik.

“Dengan melihat langsung proses pencetakan uang rupiah adalah pengalaman yang membuka wawasan, ini bagian dari prinsip seeing is believing,” tandasnya. (QB)