Dari Sambal Hingga Kopi Wamena, Produk IKM Binaan Pemkot Jayapura Tembus Pasar Ekspor

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 23/08

JAYAPURA — Produk-produk lokal buatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Jayapura, Papua, dinilai memiliki potensi besar untuk terus menembus pasar luar negeri (ekspor).

Mulai dari olahan Kopi Wamena, kerajinan batik, hingga olahan Virgin Coconut Oil (VCO) dan noken kini telah menjangkau pembeli di mancanegara, seperti Papua Nugini (PNG).

Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Kota Jayapura, Achmad Saichul, mengatakan, upaya mendorong pelaku usaha lokal menuju pasar global terus dilakukan melalui berbagai ajang promosi, salah satunya lewat gelaran IKM Creative Festival Kota Jayapura.

“IKM-IKM yang go nasional itu bisa kita lihat, produknya sudah ada yang diekspor. Untuk antar luar kota contohnya Sambal Baba itu sudah ada izin antar pulaunya dan hadir di Makassar, Jakarta, serta tempat lain. Kopi dari Wamena itu juga sudah ekspor meskipun sekali pengiriman belum satu kontainer. Kalau jumlah IKM-nya masih di bawah 10,” kata Achmad Saichul, Minggu (23/08).

Achmad menambahkan, produk kerajinan dan olahan pangan dari kawasan perbatasan seperti Skouw juga rutin melintasi batas negara tetangga.

“Batik juga ada ekspor ke negara sebelah (PNG). Begitu juga binaan yang ada di Skouw seperti VCO dan noken, jualannya melintas ke PNG. Di perbatasan Skouw itu pasar buka seminggu dua kali, hari Selasa dan Kamis, banyak pembeli dari negara tetangga yang memesan,” ujarnya.

Guna memperluas jangkauan pasar, Pemkot Jayapura memprogramkan dua kali festival besar dalam setahun, yaitu festival dari Bidang Industri dan Bidang UKM. Selain itu, promosi secara permanen juga telah disiapkan di lokasi strategis.

“Festival itu ada dua kali, yang pertama kami dari Bidang Industri, yang kedua dari Bidang UKM. Memang direncanakan atau diprogramkan itu untuk menarik dan mendorong binaan kami di lima distrik Kota Jayapura mempromosikan produknya supaya lebih dikenal, baik lokal maupun global,” kata Achmad.

“Promosi-promosi ini sudah kita lakukan. Jadi kita punya galeri atau tenant itu yang ada di bandara lantai 2 (Isco), itu salah satu mempromosikan produk IKM di Kota Jayapura supaya lebih dikenal di luar Kota Jayapura,” tambahnya.

Pada gelaran Festival IKM dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI ini, Disperindagkop mencatat perputaran uang mencapai Rp149 juta selama tiga hari pelaksanaan. Acara ini melibatkan 105 IKM binaan yang menempati 39 dari total 50 tenda yang disediakan, sedangkan sisa tenda diisi oleh UMKM umum serta fasilitas pelayanan publik seperti PMI, Dinas Kesehatan, dan Samsat.

“Perputaran keuangan selama tiga hari ini diperkirakan Rp149 juta. Pada hari pertama itu Rp39 juta, hari kedua Rp61 juta, dan hari ini diperkirakan 36 jutaan. Jadi perkiraan atau asumsi kita itu Rp149 juta selama tiga hari,” ujar Achmad.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 1.000 orang pada hari pertama dan melonjak hingga hampir 2.000 orang pada malam minggu.

Meskipun durasi tahun ini lebih singkat dibanding tahun lalu yang berlangsung lima hari dengan perputaran uang Rp200 juta hingga Rp258 juta, pencapaian festival tahun ini dinilai cukup berhasil memacu kebangkitan ekonomi pelaku usaha lokal Jayapura. (Rio)