Fokus Investasi Masa Depan, Himpunan Pemuda Papua Gelar LDK II untuk Asah Soft Skill

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 21/08

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi Papua resmi membuka Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) II Himpunan Pemuda Papua (HPP) Tahun 2026 di Sasana Krida, Kantor Gubernur Papua, Jumat (21/8/2026). Kegiatan strategis yang mengusung tema “Belajar Bukan Untuk Tahu, Belajar Untuk Hidup” ini diikuti oleh 500 pemuda-pemudi terbaik dari berbagai latar belakang di Tanah Papua.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Dr. Laorens Wantik, S.Pd., M.Pd.Si., yang hadir mewakili Gubernur Papua, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif HPP. Dalam sambutannya, ia mengaitkan tema kegiatan dengan empat pilar fungsi belajar versi UNESCO, yaitu learning to know (belajar mengetahui), learning to do (belajar melakukan), learning to be (belajar menjadi diri sendiri/karakter), dan learning to live together (belajar hidup bersama).

“Hari ini, pendidikan dominan hanya fokus pada aspek mengetahui atau menghafal ilmu saja. Padahal, tiga pilar lainnya—terutama pembentukan karakter dan bagaimana hidup bersama menghargai orang lain—itu tidak ada di kampus atau pendidikan formal,” ujar Dr. Laorens Wantik.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kehidupan tersebut justru ditemukan dalam organisasi kepemudaan, baik di lingkungan gereja maupun komunitas.

“Pemuda adalah pilar utama pembangunan, baik melalui olahraga, kepramukaan, maupun organisasi. Sangat penting melibatkan mereka dalam kegiatan seperti ini, dan pemerintah wajib memfasilitasi itu. Terima kasih kepada pemuda yang sudah berinisiatif melibatkan mahasiswa, organisasi gereja, hingga siswa,” tambahnya.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HPP, Otniel Deda, A.Md.IP., menjelaskan bahwa LDK II ini menjadi wadah krusial untuk melatih kerangka berpikir cerdas para calon pemimpin masa depan.

“Pemuda Papua adalah pewaris dan aset masa depan daerah, bangsa, dan negara. Antusiasme peserta sangat besar, mulai dari pelajar, mahasiswa, pemuda, unsur swasta, hingga perwakilan TNI dan POLRI. Ini membuktikan bahwa ruang-ruang penguatan kepemimpinan seperti ini masih sangat terbatas dan dirindukan oleh pemuda,” kata Otniel.

Otniel juga menjabarkan visi besar di balik pelaksanaan LDK II ini.

“Visi kita adalah bagaimana ilmu dapat memanusiakan orang. Setelah mereka menjadi manusia seutuhnya, mereka bisa bermanfaat dan berdampak untuk membangun Papua, bangsa, komunitas gereja, serta lingkungan di mana pun mereka berada,” tegasnya.

Senada dengan hal itu, Ketua DPD HPP Provinsi Papua, Rully Marthen Merauje, S.E., menekankan bahwa LDK II bukan sekadar agenda rutin atau tindakan pembinaan organisasi biasa. Wadah ini adalah tempat penempaan jati diri pemuda Papua.

“Ini adalah ruang untuk membentuk karakter, integritas, disiplin, keberanian, dan kemampuan kepemudaan. Papua hari ini tidak hanya menuntut pemuda yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pemuda yang berkarakter, bertanggung jawab, mampu bersatu, serta memiliki komitmen untuk membangun Tanah Papua dengan hati dan tindakan yang nyata,” pungkas Rully.

Sementara itu, Ketua Panitia LDK II HPP, Simon Petrus Bame, mengungkapkan alasan mendalam di balik pemilihan tema tersebut. Menurutnya, proses belajar tidak boleh berhenti pada tahap mengetahui sesuatu saja.

“Bagi kami di Himpunan Pemuda Papua, belajar itu bukan sekadar datang lalu tahu. Belajar adalah bagian dari investasi masa depan kita. Inilah semangat dan inspirasi yang melandasi pelaksanaan kegiatan pada hari ini,” ujar Simon.

Kegiatan LDK II ini merupakan langkah berkesinambungan organisasi. Ini merupakan tindak lanjut langsung dari pelaksanaan Latihan Dasar Ke-1 yang sukses digelar pada Mei 2025 lalu. (QB)