Pemkot Jayapura Gelar Bimtek Literasi Informasi, Dorong Penguatan Budaya Baca di Sekolah dan Masyarakat

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 19/08

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi. Kegiatan yang ditujukan bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi ini dilaksanakan di Aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (19/8/26).

Acara ini dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, yang hadir mewakili Wali Kota Jayapura. Peserta Bimtek berasal dari berbagai tingkat sekolah (SD/MI dan SMP/MTs), taman bacaan masyarakat, perpustakaan kampung, kelurahan, rumah ibadah, hingga perpustakaan khusus.

Dalam sambutan Wali Kota Jayapura yang dibacakannya, Ni Nyoman Sri Antari menekankan bahwa literasi adalah pondasi utama untuk membangun manusia yang cerdas dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, masyarakat dituntut tidak hanya bisa membaca, tetapi juga bijak dalam menyaring informasi.

Wali Kota memberikan empat arahan penting kepada para peserta:

  • Tingkatkan Pengetahuan: Peserta diminta membawa pulang ilmu yang didapat untuk diterapkan di tempat tugas masing-masing.
  • Hidupkan Perpustakaan: Ruang baca tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi harus diubah menjadi ruang belajar yang hidup dan menyenangkan.
  • Bangun Kolaborasi: Guru dan pengelola perpustakaan harus saling bekerja sama dalam berbagi buku serta ide.
  • Berpikir Kritis: Literasi harus menjadi alat bagi masyarakat untuk memilah berita benar dan salah agar tidak mudah terprovokasi hoaks.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Dolfina Jece Mano, menyampaikan bahwa perpustakaan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui Bimtek ini, para peserta dibekali keterampilan untuk membimbing anak didik dan warga dalam mencari serta menggunakan informasi secara tepat.

Pemerintah Kota Jayapura berharap kegiatan ini mampu menciptakan kerja sama yang erat antara pustakawan, guru, dan pegiat literasi guna membangun ekosistem membaca yang kuat dan berkelanjutan. (QB)