Optimalkan Potensi Teluk Youtefa, Pemkot Jayapura Latih Warga Kampung Budidaya Kepiting Soka dan Lobster

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 12/08

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perikanan berkomitmen penuh meningkatkan taraf ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan budidaya. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memberikan edukasi mendalam mengenai tata cara pengelolaan komoditas bernilai tinggi yang siap mengisi pasar modern.

Potensi alam Kota Jayapura dinilai sangat luar biasa, namun selama ini masyarakat belum memahami metode budidaya yang tepat. Hal tersebut mendasari pelaksanaan pelatihan intensif bagi warga Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai kampung, seperti Kampung Nafri, Enggros, hingga kawasan Skouw.

Kepala Seksi Bidang Produksi Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Jayapura, Yoppy Merahabia, menjelaskan, proses uji coba komoditas ini telah berjalan di Hatchery (Balai Pembenihan) Bufembe, Kampung Nafri. Berdasarkan bahasa lokal setempat, Bufembe memiliki arti “Satu Hati”.

“Di balai benih ini kami sudah berjalan sekitar empat tahun mengembangkan kepiting bakau, bandeng, hingga nila salin. Khusus kepiting bakau baru berjalan dua tahun. Selama ini benih kepiting didapatkan langsung dari hasil tangkapan di sekitar pantai Teluk Yotefa menggunakan jerat, lalu dimasukkan ke bak untuk proses pembesaran dan molting (pergantian kulit),” ujar Yoppy Merahabia, di Jayapura, Rabu (12/8/26).

Terkait komoditas lobster air tawar, Yoppy menyebutkan, program ini merupakan hasil kerja sama Dinas Perikanan Kota Jayapura dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar yang diinisiasi sejak tahun lalu.

“Kami ingin mengenalkan kepada warga Skouw, Enggros, dan Nafri bahwa mengembangkan lobster air tawar itu mudah. Pakannya pun sederhana, bisa menggunakan ikan ruca yang kaya protein,” tambahnya.

Untuk memastikan transfer ilmu berjalan maksimal, Dinas Perikanan mendatangkan langsung pakar dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Muh. Yusri Karim, sebagai pemateri utama pelatihan.

Yusri memaparkan, materi pelatihan dirancang secara komprehensif, mencakup pengenalan dasar kepiting bakau, syarat lingkungan, wadah, pemilihan benih, pengaturan pakan, hingga metode produksi kepiting bertelur dan kepiting soka (soft shell crab).

“Kami berfokus pada budidaya kepiting soka. Selain pembekalan teori di kelas, pelatihan ini juga akan langsung diiringi dengan praktik lapangan menggunakan persediaan kepiting yang ada di balai benih,” kata Yusri.

Yusri berharap, setelah mengikuti pelatihan selama dua hari ini, para peserta dapat langsung mengaplikasikannya di kampung masing-masing. Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan pasokan kepiting soka yang berkesinambungan demi memenuhi tingginya permintaan pasar lokal, seperti hotel, restoran, dan rumah makan di Kota Jayapura. (QB)