Usung Tema ‘Pemerintah Jemput Bola’, Kampung Holtekamp Gelar Baksos Terpadu Sambut HUT RI ke-81

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 07/08

JAYAPURA – Pemerintah Kampung Holtekamp bersama Tim Penggerak PKK menggelar aksi nyata menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Melalui bakti sosial (baksos) terpadu bertema “Pemerintah Jemput Bola”, pelayanan publik didekatkan langsung kepada masyarakat di Kantor Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan ini memadukan layanan pengobatan massal, donor darah, pembuatan BPJS Kesehatan, hingga pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) dalam satu tempat.

Ketua TP PKK Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan rasa bangganya atas inisiatif besar yang lahir dari tingkat kampung ini. Menurutnya, baksos ini bukan sekadar pelayanan, melainkan media penanaman rasa nasionalisme yang kuat.

“Dengan kegiatan ini, kita tidak menyadari, tapi ini menanamkan rasa cinta tanah air. Bangga jadi orang Indonesia itu kita ajarkan kepada orang yang ada di wilayah kita,” ujar Nerlince dengan penuh semangat.

Ia menegaskan komitmen NKRI Harga Mati dan berharap aksi jemput bola ini ditiru oleh OPD, distrik, kelurahan, dan kampung lain di Kota Jayapura. Secara khusus, Nerlince menyoroti pentingnya integrasi data medis dari baksos ini untuk memetakan tantangan kesehatan kota.

“Harapan kami, angka penyakit yang tinggi di Kota Jayapura ini bisa didata oleh kepala kampung dan tim medis. Contoh saja angka kusta tinggi, kalau ada di Holtekamp, bagaimana caranya untuk mengobati? Tindakan lebih lanjut harus dilakukan,” tambahnya.

Plt. Kepala Kampung Holtekamp, Fery Adrian Mans, menegaskan, baksos terpadu ini merupakan wujud pelayanan konkret dan bukan sekadar perayaan seremonial. Demi memberikan dampak maksimal, pemerintah kampung bahkan mendatangkan sejumlah dokter spesialis.

“Kami menghadirkan sejumlah dokter spesialis, termasuk spesialis penyakit dalam, kulit, dan layanan kesehatan umum. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa pemerintah hadir,” jelas Fery.

Fery mengungkapkan, kesuksesan acara yang menyedot antusiasme tinggi warga ini didanai secara mandiri melalui Dana Desa, Alokasi Dana Kampung (ADK), serta dukungan Pemerintah Kota Jayapura. Langkah ini diperkuat oleh kontribusi aktif dari berbagai mitra swasta dan BUMN yang beroperasi di wilayah Holtekamp.

Pelayanan medis di lapangan digerakkan secara proaktif oleh tim kesehatan Puskesmas Koya Barat yang dipimpin oleh Theresia Patipeme. Layanan mencakup skrining penyakit menular seperti TBC, kusta, dan malaria, hingga perhatian khusus bagi lansia, balita, serta ibu hamil berisiko tinggi. Kampung Holtekamp juga mengoptimalkan kader malaria lokal yang telah terlatih untuk melakukan skrining cepat guna memangkas birokrasi pengobatan.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Distrik Muara Tami, Yuli Tri Rejeki Fonataba, melihat pembaruan data adminduk dalam baksos ini sebagai instrumen krusial. Melalui data domisili yang valid, program prioritas penanganan stunting di wilayah distrik dipastikan akan lebih tepat sasaran.

Kolaborasi dinamis antara pemangku kebijakan, kader kesehatan, dan sektor privat ini sukses memposisikan Kampung Holtekamp sebagai model atau blueprint pembangunan berbasis pelayanan masyarakat dari pinggiran Kota Jayapura. (QB)