Pemprov Papua Dukung Hilirisasi Pertanian, Targetkan Cetak Sawah 11.284 Hektare

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 23/07

JAYAPURA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berkomitmen penuh menyukseskan program strategis hilirisasi sektor agraris dan swasembada pangan nasional. Langkah nyata ini diwujudkan melalui alokasi anggaran daerah untuk menyokong perluasan lahan serta ketersediaan pangan di seluruh wilayah Bumi Cenderawasih.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi PM-AAS & Hilirisasi Pertanian Provinsi Papua Tahun 2026 yang mengusung tema “Pertanian Modern Meningkatkan Kesejahteraan Petani Papua” di Kota Jayapura, Kamis (23/7/2026).

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pangan Provinsi Papua, Lunanka V.M.L. Daimboa, SP., MM., menjelaskan, pemanfaatan anggaran daerah difokuskan pada penguatan program kerja turunan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Papua turut serta mengembangkan pertanian di 8 kabupaten dan 1 kota melalui dukungan program cetak sawah rakyat hingga peremajaan kelapa sawit rakyat,” ungkap Lunanka usai memaparkan materi rakor.

Menurutnya, langkah ini sejalan dengan misi Gubernur Papua untuk memperluas areal pertanian produktif. Transformasi ini dirancang guna mendukung produksi pangan skala luas demi menjamin kebutuhan pokok seluruh lapisan masyarakat Papua.

Realisasi dan target pengerjaan program konstruksi sawah baru di Papua mengalami lonjakan yang sangat tajam pada tahun ini:

  • Tahun Lalu: Realisasi konstruksi lahan sawah mencapai 1.000 hektare.
  • Tahun Ini: Target konstruksi melonjak drastis menjadi 11.284 hektare.

Proses pengerjaan fisik perluasan lahan sawah rakyat tersebut saat ini sedang berjalan intensif di empat wilayah instansi pelaksana, yang meliputi:

  • Kabupaten Sarmi
  • Kabupaten Keerom
  • Kabupaten Jayapura
  • Kota Jayapura

Meskipun stimulan utama program cetak sawah rakyat difasilitasi langsung oleh Kementerian Pertanian, andil pendanaan APBD dari Gubernur dan Wakil Gubernur menjadi motor penggerak percepatan di lapangan. Kolaborasi erat ini diharapkan mampu mempercepat hilirisasi pertanian modern yang berdampak langsung pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan petani lokal. (QB)