Gunakan Uang Pribadi, Anggota DPD RI Lalita Jamin Biaya Sekolah Anak-Anak Papua agar Tak Putus Sekolah

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 21/07

JAYAPURA — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Papua, Lalita, berkomitmen penuh menyelamatkan masa depan generasi muda Papua dari ancaman putus sekolah. Menggunakan dana dari kantong pribadinya sendiri, Lalita konsisten membiayai pendidikan sejumlah siswa berprestasi di Kota Jayapura.

“Saya mempertemukan semua orang tua dan murid binaan yang saya beri beasiswa dari tahun lalu. Itu semua uang pribadi saya, tidak ada uang siapapun. Kenapa? Karena saya ingin membantu mereka. Kalau mengharapkan prosedur birokrasi, itu susah,” ujar Lalita saat berkumpul bersama para orang tua dan siswa di Kantor DPD RI, Selasa (21/7/26).

Aksi sosial ini bermula dari hati kecilnya saat berkunjung ke SMA 2 Jayapura sekitar 1,8 tahun lalu. Saat itu, ia melihat potensi luar biasa dari seorang siswa bernama Alfa yang sangat mahir berbahasa Inggris, namun terancam tidak bisa melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi orang tuanya.

Lalita bergerak cepat memanggil kepala sekolah untuk menyalurkan bantuan. Dari yang awalnya hanya berniat membantu tiga siswa dari SMA 2 dan SMA Gabungan, kini jumlah anak binaannya telah berkembang hingga 10 anak, termasuk anak dari keluarga nelayan.

“Bantuan saya tidak seberapa, tapi melihat keberhasilan mereka sangat luar biasa, rasanya seperti ibu kandung sendiri. Melihat anak-anak sukses, pintar, dan berprestasi adalah kebanggaan yang tidak bisa diukur dengan uang. Saya akan terus berjuang karena saya tidak mau anak-anak Papua putus sekolah karena tidak ada biaya,” tegasnya.

Pentingnya Keterampilan Ekstrakurikuler

Senator Lalita menjelaskan, pendidikan adalah bekal mutlak untuk membuka cakrawala kehidupan anak-anak Papua. Di samping pendidikan formal, ia juga menekankan pentingnya mengasah keterampilan non-akademis lewat kegiatan sekolah.

“Sekolah memang bukan jaminan mutlak, tetapi bekal yang sangat diperlukan untuk membuka wawasan. Di samping itu, keterampilan juga diperlukan. Siswa penerima beasiswa diharapkan aktif dalam kegiatan sekolah seperti Pramuka, OSIS, paduan suara, atau pameran agar bakat alami mereka bisa tersalurkan dengan baik,” jelasnya.

Apresiasi Haru dari Orang Tua Murid

Komitmen nyata legislator Papua ini mendatangkan rasa haru mendalam bagi para orang tua murid. Paul Rumanasen, salah satu orang tua dari Alfa yang merupakan seorang pensiunan, mengaku sudah tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai sekolah anaknya.

“Kami sangat menghormati dan memuliakan kebaikan Ibu. Sebagai pensiunan, saya sudah tidak mampu lagi membiayai Alfa. Sejak mendengar Ibu dalam perjalanan ke Jayapura, saya terus berdoa agar Ibu dan tim mendarat dengan selamat di Bandara Sentani hingga bisa bertemu kami. Kami mengucap syukur kepada Tuhan atas kasih Ibu yang telah menolong anak-anak kami,” ucap Paul haru. (***)