Inflasi di Papua dan Tiga DOB Tetap Terjaga pada Mei 2026, Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 08/06

JAYAPURA – Laju inflasi di Provinsi Papua beserta tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) dilaporkan tetap terjaga dalam sasaran target nasional pada periode Mei 2026. Tren ini didukung oleh kecukupan pasokan pangan lokal seiring dengan kondisi cuaca yang lebih kondusif di wilayah tersebut.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua dalam rilisnya mengatakan, dua provinsi tercatat mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm), Jumat (05/06).

Provinsi Papua Tengah mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,52% (mtm), disusul Provinsi Papua Pegunungan sebesar 0,48% (mtm). Sebaliknya, dua wilayah lainnya justru mengalami deflasi, yakni Provinsi Papua sebesar -0,68% (mtm) dan Provinsi Papua Selatan sebesar -0,50% (mtm).

Secara umum, andil inflasi terbesar di wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan harga disumbang oleh kelompok transportasi. Hal ini dipicu langsung oleh kebijakan penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi.

“Andil inflasi tertinggi disumbang oleh kelompok transportasi seiring penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi, khususnya avtur yang berdampak langsung pada lonjakan tarif angkutan udara di Papua dan 3 (tiga) DOB lainnya,” ujar Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, dalam press release yang diterima tvpapua.com.

Meskipun tarif penerbangan melonjak, lonjakan inflasi yang lebih tinggi berhasil diredam oleh melimpahnya pasokan pangan lokal. Di beberapa wilayah seperti Papua Selatan dan Papua Pegunungan, komoditas seperti cabai rawit serta aneka sayuran (kangkung, bayam, sawi hijau) mengalami penurunan harga yang signifikan.

Untuk terus menjaga kestabilan angka tersebut, Bank Indonesia bersama dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan mitra strategis terus memperkuat sinergi melalui empat pilar utama (4K).

Langkah konkret yang telah berjalan sepanjang bulan Mei meliputi gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) berkala, pemberian bantuan sarana prasarana produksi dan distribusi untuk kelompok tani, hingga pelaksanaan capacity building edukasi inflasi bersama peraih TPID Awards 2025. (Rio)