Hanya Ada Calon Tunggal, Tim Penjaringan Tutup Pendaftaran Ketua Umum KONI Papua

Spread the love
Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua Umum masa bakti 2026-2030 KONI Provinsi Papua, Hengky Sawaki (tengah) saat memberikan keterangan ke para awak media/ Rio

tvpapua.com, Jayapura, 04/06

JAYAPURA — Tim Penjaringan bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua masa bakti 2026-2030 resmi menutup proses pendaftaran pada Kamis (4/6/2026) sore, di Kantor KONI Provinsi Papua.

Penutupan ini dilakukan setelah tim hanya menerima satu berkas pendaftaran calon yang dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat untuk maju secara aklamasi.

Ketua Tim Penjaringan, Hengky Sawaki, mengonfirmasi bahwa kandidat tunggal tersebut datang di hari terakhir pendaftaran dengan membawa dukungan yang jauh melampaui batas minimal yang dipersyaratkan.

“Menerima berkas pengembalian berkas dari bakal calon Ketua Umum KONI Provinsi Papua masa bakti 2026-2030. Dan kami sampaikan bahwa berkas calon itu lengkap. Dukungan KONI Kabupaten, 7. Sedangkan dukungan dari Pengprov itu kurang lebih 35. Jadi sudah 50% lebih. Pengurus Provinsi Papua itu hanya ada 56 cabang olahraga. Kalau sudah 35 berarti sudah lebih sekian dari itu,” ujar Hengky.

Hengky menjelaskan, berdasarkan regulasi yang ditetapkan, setiap kandidat sebenarnya hanya diwajibkan mengantongi minimal 30% dukungan. Nilai tersebut setara dengan dukungan dari 3 KONI Daerah (KONIDA) dan 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga (cabor). Namun, berkas yang masuk justru mencatatkan angka yang sangat signifikan.

“Yang KONIDA itu jumlahnya 7, berarti pimpinan sudah capai 80%. Itu setiap kandidat sebenarnya kita kasih ketentuan itu minimal 30. Minimal 30% berarti dari KONIDA itu sebenarnya 3. Tapi beliau sudah dapat 7. Sedangkan dari cabang olahraga, 30% itu 18. Tapi beliau sudah capai 35,” katanya.

Melihat kalkulasi dukungan tersebut, Hengky menegaskan, kandidat yang bersangkutan dipastikan akan melangkah maju sebagai calon tunggal dan terpilih secara aklamasi.

“Dengan demikian, maka beliau layak untuk maju menjadi calon Ketua KONI Provinsi Papua secara aklamasi tunggal. Sehingga kami dari tim penjaringan juga ya berterima kasih, yang tadinya kita tunggu mulai dari tanggal 1 sampai tanggal 4 sore baru ada yang datang,” ujar Hengky.

Proses penjaringan yang berlangsung sejak 1 Juni hingga 4 Juni 2026 ini dipastikan berakhir karena tidak ada lagi kandidat lain yang mendaftar hingga batas waktu yang ditentukan. Aturan olahraga yang berlaku juga menegaskan status kemenangan mutlak jika dukungan telah melewati angka mayoritas.

“Kami laporkan bahwa dari hasil penjaringan, tim penjaringan memperoleh hanya satu calon. Dengan dukungan yang bukan minimal, malah dukungannya sudah melampaui dari itu. Kalau biasanya dalam aturan lebih dari 50% plus satu saja, sudah langsung secara aklamasi itu dia menang,” katanya.

Dengan diterimanya berkas calon tunggal ini, Tim Penjaringan pun menyatakan seluruh rangkaian tugas mereka telah selesai dan resmi berakhir.

“Dan dengan ini, saya nyatakan tugas tim penjaringan bakal calon Ketua KONI Provinsi Papua masa bakti 2026-2030, saya nyatakan ditutup,” ujar Hengky. (Rio)