Persipura Jayapura Hormati Putusan Komite Banding PSSI Terkait Sanksi Laga Kontra Adhyaksa FC

Spread the love
Penonton dan Para suporter tim Persipura memadati Stadion Lukas Enembe, saat laga Persipura VS Adhyaksa FC 8 Mei 2026/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 30/05

JAYAPURA — Klub Persipura Jayapura menyatakan resmi menghormati keputusan Komite Banding PSSI terkait sanksi disiplin yang dijatuhkan kepada klub akibat insiden pasca laga dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Nomor: 003/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/V/2026 yang dikeluarkan menyusul insiden pada pertandingan antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 8 Mei 2026 lalu.

Dalam amar putusannya, Komite Banding PSSI menolak permohonan banding yang diajukan Persipura. Meski demikian, komite melakukan perubahan terhadap bentuk dan beratnya sanksi disiplin yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Komite Disiplin PSSI.

Adapun rincian sanksi terbaru yang harus dijalani oleh tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut meliputi.

  • Pertandingan kandang tanpa penonton selama putaran pertama kompetisi musim 2026/2027.
  • Penutupan sebagian stadion (khusus Tribun Utara dan Tribun Selatan) selama putaran kedua musim 2026/2027.
  • Denda administratif sebesar Rp200 juta.

Menanggapi putusan tersebut, Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas insiden yang terjadi setelah laga kontra Adhyaksa FC. Ia menegaskan bahwa pihak klub berkomitmen penuh untuk melakukan pembenahan internal secara menyeluruh.

“Kami sangat menghormati keputusan Komite Banding PSSI dan akan menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola pertandingan dan hubungan positif dengan seluruh elemen suporter,” ujar Owen Rahadiyan dalam keterangan resminya.

Owen juga menambahkan bahwa manajemen Persipura siap mematuhi dan mengimplementasikan seluruh hukuman yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut demi perbaikan iklim sepak bola di tanah Papua.

​”Kedepan kami memastikan akan menjalankan seluruh keputusan yang telah ditetapkan dan terus berkoordinasi dengan PSSI, aparat keamanan, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pertandingan di masa mendatang berlangsung lebih tertib dan aman,” kata Owen.

Owen juga mengajak seluruh suporter setia Persipura dan masyarakat pecinta sepak bola di Papua untuk tetap menjaga semangat sportivitas. Ia berharap semua pihak dapat bersinergi dalam menciptakan atmosfer pertandingan yang aman, damai, dan bermartabat demi kemajuan sepak bola nasional. (Rio)