Jadi Role Model Data OAP di Papua Selatan, Distrik Mindiptana Resmi Launching Aplikasi SIRIOS

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 30/05

Boven Digoel – Pemerintah Distrik Mindiptana bekerja sama dengan JERAT Papua dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel resmi meluncurkan program Mindiptana Satu Data melalui aplikasi SIRIOS (Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan).

Mengusung tema “Data akurat, Kebijakan tepat dari Distrik Mindiptana untuk Papua Selatan Satu Data”, peluncuran yang berlangsung di Kantor Distrik Mindiptana pada Kamis (28/5/2026) ini diresmikan langsung oleh Bupati Boven Digoel, Roni Omba, S.IP.

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Boven Digoel Anton Timbiri, Direktur JERAT Papua, perwakilan OPD, Wadanramil Mindiptana, kepala-kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta masyarakat dari 13 kampung di Distrik Mindiptana.

Momentum ini mengukuhkan Distrik Mindiptana sebagai distrik pertama dari 20 distrik di Boven Digoel—sekaligus yang pertama di Provinsi Papua Selatan—yang sukses mengimplementasikan program Satu Data berbasis aplikasi SIRIOS. Langkah ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Peraturan Gubernur Papua Selatan Nomor 10 Tahun 2025.

Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Asumsi

Dalam sambutannya, Bupati Boven Digoel Roni Omba, S.IP menegaskan bahwa data valid adalah fondasi utama pembangunan. Ia mengakui banyak program pemerintah selama ini terkendala karena minimnya akurasi data.

“Melalui aplikasi SIRIOS, pemerintah kini bisa melihat kondisi riil masyarakat di lapangan. Mulai dari jumlah penduduk, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, hingga potensi di tiap kampung. Data ini sangat penting agar intervensi pembangunan ke depan bisa tepat sasaran,” ujar Roni Omba.

Bupati juga menyampaikan komitmen penuh Pemkab Boven Digoel untuk mereplikasi keberhasilan Distrik Mindiptana sebagai pilot project ke seluruh distrik lain di wilayah Boven Digoel.

Senada dengan Bupati, Direktur JERAT Papua menekankan pentingnya akurasi data dalam perlindungan hak masyarakat adat. “Kebijakan tidak boleh lagi dibangun berdasarkan asumsi, melainkan harus bersandar pada data yang benar dan akurat di lapangan,” tegasnya.

Operator Asli Kampung dan Kemandirian RPJM

Kepala Distrik Mindiptana, Marthen Rumpang, S.E mengatakan kebanggaannya karena seluruh operator yang mengoperasikan sistem ini adalah anak-anak asli dari 13 kampung setempat yang sangat memahami wilayahnya.

Ia juga mengapresiasi JERAT Papua yang telah mendampingi masyarakat Mindiptana sejak tahun 2022, baik dalam sektor ekonomi hijau maupun penguatan kapasitas SDM.

“Dengan data yang akurat ini, pemerintah kampung kini bisa menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) secara mandiri, tanpa harus bergantung pada pihak ketiga,” kata Marthen.

Secara teknis, aplikasi SIRIOS menyajikan data mikro yang sangat detail, meliputi:

  • Jumlah Kepala Keluarga (KK) dan pemuda Orang Asli Papua (OAP).
  • Tingkat pendidikan dan peta angkatan kerja (masyarakat belum bekerja).
  • Kondisi sosial-ekonomi dan monografi kampung.
  • Instrumen monitoring dan evaluasi program pemerintah.

Siap Diperluas ke 20 Distrik pada Juni Besok

Apresiasi besar juga datang dari Plt. Kepala Bapperida Kabupaten Boven Digoel, Anton Timbiri. Menurutnya, pemanfaatan SIRIOS sangat urgen dalam mendukung siklus perencanaan pembangunan yang sehat: mulai dari perencanaan berbasis data, evaluasi terukur, hingga tindak lanjut kebijakan.

Sebagai langkah keberlanjutan, Anton mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Bapperida telah menjadwalkan agenda perluasan program ini dalam waktu dekat.

“Rencananya pada bulan Juni besok, Bidang Riset Bapperida Provinsi Papua Selatan akan melaksanakan sosialisasi dan perluasan implementasi aplikasi SIRIOS ini ke seluruh 20 distrik yang ada di Kabupaten Boven Digoel,” pungkas Anton Timbiri. (QB)