Sudah Kantongi Sertifikat K3 tapi Dipersulit, 18 Pemuda Bonggo Palang Jalan Trans Sarmi

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 23/05

SARMI – Sebanyak 18 pemuda dari Distrik Bonggo melakukan aksi pemalangan jalan raya pada Jumat malam (22/5/2026). Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kabupaten Sarmi, khususnya Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sarmi, terkait permohonan dukungan kelanjutan bagi para pemuda yang telah memiliki sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Koordinator aksi, Agus Dawes, menyatakan bahwa permohonan dukungan yang mereka ajukan sejak akhir April 2026 lalu hingga kini belum mendapatkan jawaban pasti dari pihak pemerintah daerah. Padahal, modal sertifikasi tersebut didapatkan dari hasil perjuangan mandiri mereka demi masa depan.

“Kami anak-anak putra daerah asli Sarmi sangat kecewa. Kami telah berjuang untuk kebaikan nasib kami ke depan. Kami telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikat K3 sebagai modal kami dalam bekerja. Tetapi apa yang kami terima? Kami seolah tidak dianggap sebagai putra asli Sarmi dan dipersulit sampai saat ini,” ujar Agus dalam keterangannya, Jumat (22/5).

Agus menambahkan, inisiatif para pemuda untuk memiliki keahlian bersertifikat ini merupakan langkah nyata mereka untuk keluar dari stigma negatif dan membangun masa depan yang produktif. Ia pun mempertanyakan komitmen nyata Pemkab Sarmi dalam memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal yang sudah siap kerja.

“Apakah kami ini mau dibiarkan tinggal jadi pemabuk? Nanti kalau kami jadi pemabuk, kami disalahkan. Sementara saat ini kami berjuang untuk bagaimana kami terlepas dari hal itu, kami malah dipersulit. Apakah ini yang disebut mau membangun SDM kami?” tegasnya.

Para pemuda Bonggo menuntut keterbukaan dari dinas terkait mengenai kejelasan komitmen bantuan tersebut. Mereka juga menegaskan tidak akan membuka palang jalan sebelum ada respons dan jawaban pasti langsung dari Disnaker maupun Pemkab Sarmi.

“Kalau memang dinas terkait tidak mau bertanggung jawab atau memang benar-benar tidak mau membantu kami, sampaikan terus terang. Biar kami tahu bahwa kami bukan bagian dari pemerintahan Kabupaten Sarmi. Kami tunggu jawaban pasti baru kami bisa buka palang,” pungkas Agus.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi pemalangan dilaporkan masih berjalan dan arus lalu lintas terhambat. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas Tenaga Kerja maupun Pemerintah Kabupaten Sarmi terkait tuntutan dan aksi pemalangan oleh para pemuda tersebut. (***)