Film Dokumenter Pesta Babi Resmi tayang di YouTube JubiTV

tvpapua.com, Jayapura, 22/05
JAYAPURA — Setelah diputar di lebih dari 1.800 titik nonton bareng (nobar), film dokumenter Pesta Babi–Kolonialisme di Zaman Kita hari ini resmi tayang di kanal Youtube JubiTV.
Vincen Kwipalo, Masyarakat Adat Yei yang menjadi salah satu narasumber dalam film, menekan langsung tombol publikasi dalam acara peluncuran di aula Gereja Katolik Kristus Terang Dunia, Jayapura, Papua.
Yuliana Lantipo dari Jubi Media mengatakan, peluncuran Pesta Babi di kanal Youtube diharapkan mempermudah masyarakat luas dalam mengakses film dan membuka ruang diskusi publik ihwal apa yang dihadapi Masyarakat Adat Papua yang selama ini belum banyak dibicarakan.
“Film ini pertama kali diputar ‘di rumahnya’ di Papua pada awal Maret lalu, sebelum berkelana menjumpai banyak penonton karena inisiatif mandiri dan penuh nyali dari para penyelenggara nobar di berbagai tempat. Kini dari Tanah Papua pula film ini resmi kami publikasikan,” ujarnya.
Pesta Babi merupakan film dokumenter akademik dan etnografi garapan Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale, yang diproduksi atas kolaborasi Ekspedisi Indonesia Baru, Watchdoc, Jubi Media, Pusaka Bentala Rakyat, Greenpeace Indonesia, dan LBH Papua Merauke. Film ini merekam bagaimana perampasan tanah, eksploitasi alam, dan operasi militer Indonesia di Papua selama enam dekade terakhir, kini membesar dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tanah dan hutan seluas 2,5 juta hektare milik berbagai suku di selatan Papua sedang dibabat untuk proyek lumbung pangan dan energi. Dengan label Proyek Strategis Nasional, pemerintah menggelar karpet merah untuk puluhan perusahaan dan ribuan alat berat mereka. Senyampang dengan itu, ribuan tentara pun dikerahkan demi mengamankan proyek bioetanol dan biodiesel sawit dari protes Masyarakat Adat. Namun Masyarakat Adat Malind, Yei, Awyu, dan Muyu bertransformasi dari korban ketidakadilan negara menjadi pejuang.
Mereka mengorganisasi diri, membangun jaringan solidaritas, dan bersama masyarakat sipil mencari keadilan ke pusat-pusat pemerintahan di Papua dan Jakarta. Mereka menempuh jalur hukum, kendati perjuangan mencari keadilan menemukan jalan buntu. Mereka juga melakukan perlawanan langsung di lokasi, termasuk dengan memasang ribuan palang adat dan salib merah dan dengan menyelenggarakan pesta babi.
Selama 40 hari musim nonton bareng yang dimulai 12 April lalu, setidaknya ada 15.000 pendaftar nobar dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
“Apresiasi sebesar-besarnya untuk masyarakat, komunitas, mahasiswa, dan berbagai kolektif yang tetap berkumpul untuk nobar dan mendiskusikan situasi di Papua secara kritis. Di tengah menyempitnya ruang demokrasi dan cepatnya arus informasi, masih ada keberanian untuk tetap duduk bersama, berdiskusi, dan merawat solidaritas di ruang-ruang yang tidak selalu aman,” kata Susi Haryanti, Direktur Ekspedisi Indonesia Baru.
Tim Pesta Babi mencatat adanya upaya penghalangan nobar, mulai dari intimidasi, persekusi, hingga pembubaran di setidaknya 52 titik di seluruh Indonesia. Sejumlah penyelenggara nobar terpaksa membatalkan kegiatan, tapi ada pula yang menggelar nobar diam-diam atau memindahkan lokasi.
Selain berbagai penghalangan nobar, pembajakan juga masif terjadi. Ada setidaknya 150 akun Youtube yang mengunggah versi lengkap film Pesta Babi tanpa izin dari tim kolaborator. Tim kolaborator mendata berbagai pelanggaran hak cipta tersebut dan melaporkannya kepada Youtube. Secara bertahap, Youtube telah menghapus puluhan tautan.
Vincen Kwipalo, yang datang dari Distrik Jagebob, Merauke, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang mengalir dari penonton film Pesta Babi, termasuk dari penyelenggara nobar yang menghadapi pembubaran.
“Saya sudah komitmen sampai kapan pun, sampai titik darah penghabisan, apa pun, saya akan berjuang, saya akan berjalan, dan keajaiban akan terjadi. Saya melihat sendiri seperti di Jayapura ini, di Jakarta, di tempat di mana putar film yang dihentikan itu, seolah-olah dia [mahasiswa yang menghadapi pembubaran] sendiri ada di atas Tanah Papua, sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Teddy Wakum, Direktur LBH Papua Merauke, Pesta Babi menjumpai banyak penonton karena ada pengalaman kolektif akan ketidakadilan di berbagai tempat. Ia berharap Pesta Babi memperkuat solidaritas dan gerakan bersama untuk mempertahankan tanah Papua dari kehancuran atas nama PSN yang disokong kekuatan militer.
“Kurang apa Masyarakat Adat berjuang dari tingkat paling bawah sampai ke kementerian dan lembaga di Jakarta, tapi apakah ada keberpihakan? Kita masyarakat Papua, Masyarakat Adat, paitua, anak muda, tokoh gereja, adat, agama, semua kawan aktivis, harus bersatu untuk mengakhiri penderitaan yang sudah terlalu panjang ini,” katanya
Asep Komarudin, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia mengatakan, kendati film sudah diunggah di kanal Youtube, nobar dan diskusi masih bisa terus berlangsung.
“Kami berharap nobar dan diskusi seperti ini bisa terus dilaksanakan untuk menjadi momen konsolidasi dan mendiskusikan langkah ke depan. Jangan lupakan dan jangan kita tinggalkan perjuangan Bapak Vincen yang sedang melaporkan perusahaan ke Kepolisian, juga Mama Yasinta dan Masyarakat Adat Malind lain yang tengah menggugat ke PTUN Jayapura,” ujarnya.
Villarian dari Pusaka Bentala Rakyat berujar, gelombang nobar film Pesta Babi telah menghimpun energi besar untuk mendukung perjuangan Masyarakat Adat di Papua.
“Kami yakin nobar dan diskusi akan membuka ruang untuk terus membangun kesadaran, pengetahuan, dan gerakan sipil dalam memperjuangkan keadilan sosial ekologis yang lebih luas. Semoga solidaritas terus tumbuh dan saling menguatkan,” katanya.
Cypri Paju Dale, sutradara Pesta Babi sekaligus antropolog dan peneliti isu Papua menambahkan, “Saya berharap film Pesta Babi akan terus menjadi rujukan bagi diskusi-diskusi yang mendalam dan transformatif tentang Papua. Dokumenter ini membawa ke hadapan kita suatu keadaan yang genting, sebuah tragedi yang sedang berlangsung dalam skala yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Pesta Babi bukan hanya cerita untuk diketahui, tetapi meminta tanggapan, meminta jawaban,” ujarnya. (***)
- Mei, 22, 2026
- Author: Mario
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Matius Fakhiri Minta Pengurus KONI Papua Kerja Bakti, Bukan Cari Keuntungan 12 Juni 2026
- Program Pendidikan Unggulan Papua Diluncurkan, 1.000 Mahasiswa dan Ratusan Pelajar Jadi Sasaran 12 Juni 2026
- Gubernur Fakhiri Resmi Luncurkan Kartu Pace Mace untuk Wujudkan SDM Unggul Papua 12 Juni 2026
- Dinkes Kota Jayapura Gandeng Jurnalis Tekan Stigma HIV-AIDS dan TBC 12 Juni 2026
- Sinergi dan Transformasi Digital, Festival Cenderawasih 2026 Resmi Dibuka di Jayapura 11 Juni 2026
- BI Papua Gelar PEIF 2026, Akselerasi Investasi dan Hilirisasi di Tanah Papua 10 Juni 2026
- Polresta Lakukan Olah TKP Kasus Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia di Entrop 10 Juni 2026
- Persiker Keerom Optimis Hadapi Tuan Rumah Persinga Ngawi di Babak 32 Besar Liga 4 10 Juni 2026
- Sambangi RSUP Jayapura, Gubernur Papua Tegaskan Komitmen Kolaborasi Layanan Kesehatan 9 Juni 2026
- Inflasi di Papua dan Tiga DOB Tetap Terjaga pada Mei 2026, Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara 8 Juni 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
