Freeport Setor Tambahan Keuntungan Rp2,88 Triliun untuk Pemda di Papua Tengah

Spread the love
Foto udara Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus, Gresik. PTFI telah mewujudkan pengolahan dan pemurnian terintegrasi dalam negeri, mulai dari hulu hingga hilir/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 10/05

JAKARTA – PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi menyetorkan tambahan bagian keuntungan bersih tahun buku 2025 sebesar Rp2,88 triliun kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan delapan kabupaten di wilayahnya pada 8 April 2026. Tambahan ini melengkapi setoran sebesar Rp10,6 triliun yang telah dibayarkan sepanjang tahun 2025.

Dengan setoran terbaru ini, total kontribusi PTFI ke daerah mencapai Rp13,48 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total setoran PTFI kepada negara yang mencapai Rp75 triliun, di mana Rp16,9 triliun di antaranya merupakan dividen kepada MIND ID selaku pemegang saham Pemerintah Indonesia.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menegaskan bahwa pembayaran ini adalah wujud komitmen perusahaan terhadap regulasi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional.

“Perusahaan senantiasa mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan kewajibannya kepada negara dan daerah dengan harapan agar dapat dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat di daerah masing-masing,” ujar Tony dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).

​Rincian Pembagian Keuntungan

Berdasarkan data perusahaan, berikut adalah rincian alokasi dari tambahan Rp2,88 triliun tersebut:

  • Provinsi Papua Tengah: Rp720,5 miliar (1,5%)
  • Kabupaten Mimika: Rp1,2 triliun (2,5%)
  • Delapan Kabupaten Lain: (Nabire, Paniai, Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya) masing-masing menerima Rp137,2 miliar, dengan total akumulasi sebesar Rp960,4 miliar (2%).

​Tony menambahkan bahwa nilai kontribusi ini berpotensi terus meningkat seiring dengan harga komoditas mineral yang masih relatif tinggi, meskipun saat ini operasional perusahaan belum mencapai kapasitas maksimal.

​“Saat ini operasional PTFI masih dalam tahap pemulihan setelah insiden tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), dengan tingkat produksi baru mencapai sekitar 40 hingga 50 persen. Perusahaan menargetkan dapat kembali mencapai kapasitas penuh pada awal tahun 2028,” jelas Tony.

Selain setoran wajib, PTFI juga melaporkan realisasi investasi sosial sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp2 triliun. Perusahaan berkomitmen melanjutkan investasi sosial ini dengan nilai sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga masa operasional berakhir di tahun 2041.

“Keberhasilan PTFI sebagai perusahaan adalah ketika masyarakat di sekitar wilayah operasional turut meningkat taraf hidup dan kesejahteraannya. Kami percaya tidak ada perusahaan yang berhasil di tengah masyarakat yang gagal. Karena itu, kami akan terus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat hingga selesainya operasi penambangan,” tutup Tony. (***)