Peringati 63 Tahun Integrasi, Garuda Papua Gelar Diskusi Publik: Tegaskan Papua Damai dan Serap 500 Pokok Pikiran Pemuda

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 29/04

JAYAPURA – Memperingati momentum bersejarah 63 tahun kembalinya Papua ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada 1 Mei mendatang, organisasi Pergerakan Pemuda Papua (Garuda Papua) Penjaga Kebhinekaan menyelenggarakan Diskusi Publik lintas generasi di Gedung LPTQ Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (29/4/2026).

Acara yang mengusung tema “Merawat Kebhinekaan Sebagai Modal Pembangunan Papua” ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari kalangan siswa hingga mahasiswa. Diskusi ini bertujuan memperkuat komitmen menjaga perdamaian serta menyerap aspirasi langsung dari akar rumput pemuda Papua.

Melawan Stigma “Daerah Konflik”

Ketua Umum Garuda Papua sekaligus Ketua Penyelenggara, Gifli R.F Buinei, menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga citra positif Papua ada di pundak generasi muda. Ia mengajak seluruh peserta untuk berani mematahkan stigma negatif tentang Papua di mata masyarakat luar daerah.

“Kalau orang di luar sampaikan bahwa Papua itu daerah konflik atau penuh kekacauan, kita semua di ruangan ini harus bersepakat bahwa Papua itu damai. Buktinya, kita hari ini masih bisa sekolah, kuliah, dan beraktivitas dengan normal. Jayapura adalah miniatur kebhinekaan Indonesia yang nyata,” tegas Gifli di hadapan ratusan peserta.

Inovasi Aspirasi: 500 Pokok Pikiran untuk Pemerintah

Berbeda dengan diskusi pada umumnya, panitia yang juga dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Simon P. Bame ini menyediakan ruang bagi seluruh 500 peserta untuk menyampaikan isi pikiran mereka secara tertulis.

“Kami tidak ingin suara pemuda hanya terbatas pada sesi tanya jawab singkat. Setiap peserta diberikan ruang untuk menuliskan pokok pikiran, saran, bahkan kritik terhadap pemerintah. Semua ini akan kami rangkum menjadi rekomendasi resmi untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua maupun Pemerintah Pusat,” tambah pihak penyelenggara.

Pesan Gubernur: Kebhinekaan Adalah Kekuatan Strategis

Mewakili Gubernur Papua, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Yohanes Walilo, hadir membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya visi “Papua Cerah” (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).

“Kebhinekaan di Papua bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan strategis yang harus dikelola secara bijaksana. Nilai kearifan lokal seperti ‘Satu Tungku Tiga Batu’ harus terus dihidupkan sebagai landasan merawat harmoni,” ujar Yohanes Walilo saat membacakan sambutan Gubernur.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Garuda Papua yang telah proaktif menginisiasi dialog ini sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga keutuhan NKRI.

Diskusi publik ini diharapkan menjadi jembatan efektif antara aspirasi pemuda dengan para pengambil kebijakan, demi mewujudkan pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan. (QB)