Bahlil Lahadalia: Golkar Papua Harus Menjadi Rumah Besar untuk Semua Suku dan Agama

Spread the love
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia (tengah) saat sesi foto bersama pada Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Papua/ Foto By Dian Mustikawati

tvpapua.com, Jayapura, 25/04

JAYAPURA – Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Partai Golkar sebagai instrumen politik yang inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya di tanah Papua.

Hal tersebut disampaikan Bahlil dalam arahannya kepada pengurus DPD Partai Golkar di Papua baru-baru ini. Ia menekankan bahwa Golkar bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik semua suku dan agama demi kesejahteraan bersama dalam bingkai NKRI.

Menghormati Nilai Keberagaman

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil sempat menyinggung soal toleransi dan pemahaman nilai-nilai agama. Ia menceritakan pengalamannya dalam merayakan momentum keagamaan seperti Natal dan Paskah di Papua.

“Saya ingin menempatkan partai ini sebagai alat yang terbuka dan milik semua orang, semua suku. Karena itu, saya menekankan pentingnya memahami perbedaan makna Natal dan Paskah sebagai bagian dari penghormatan terhadap nilai-nilai agama,” ujar Bahlil saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Papua periode 2025–2030 di Kota Jayapura, Papua, Sabtu, 25 April 2026.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang dibawa Golkar lahir dari sejarah panjang sejak tahun 1962 sebagai respons atas kondisi politik bangsa yang tidak stabil kala itu, guna menjaga ideologi Pancasila.

Perjuangan dari Bawah: “Kerja, Kerja, dan Konsultasi”

Bahlil juga berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan karier politiknya yang dimulai dari nol. Ia mengenang masa-masa tahun 2010 saat masih merapikan bendera partai sendiri hingga akhirnya dipercaya menjadi bendahara dan kini menjabat sebagai Ketua Umum.

“Siapa yang bekerja dengan jujur dan baik di tanah ini (Papua), dia akan mendapatkan tanda heran yang satu ke tanda heran yang lain. Proses perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil,” tegasnya di hadapan para kader.

Ia juga memperkenalkan istilah “Mena-Moza” (Konsultasi) sebagai kunci kerja politik. Bahlil meminta para kader untuk terus melakukan konsolidasi di tingkat distrik hingga kampung agar target kursi legislatif dan kemenangan di Pilkada dapat tercapai.

Target Terang di Seluruh Kampung Papua

Sebagai Menteri ESDM, Bahlil juga membawa misi besar untuk tanah kelahirannya. Ia menargetkan pada tahun 2026-2027, seluruh kampung di Provinsi Papua yang saat ini belum memiliki akses listrik, sudah harus teraliri listrik secara merata.

“Kita tunjukkan ke Jakarta bahwa tanah kita sendiri bisa terang. Ini komitmen saya agar keberadaan saya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kampung-kampung,” kata pria yang telah 20 tahun berkiprah di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Gubernur untuk Semua Rakyat

Menutup arahannya, Bahlil berpesan kepada para calon pemimpin dan kader yang akan bertarung di Pilkada agar senantiasa merangkul semua pihak. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin, meskipun diusung oleh Golkar, saat terpilih nanti harus menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat tanpa memandang perbedaan pilihan politik.

“Gubernur atau Bupati yang terpilih nanti bukan hanya untuk Golkar, tapi untuk seluruh rakyat yang ada di wilayah tersebut. Kita berjuang untuk kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (QB)