Dongkrak PAD dan Fiskal Daerah, Kanwil Kemenkumham Papua Gelar Festival Sagu 2026

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 22/04

JAYAPURA – Menyikapi rendahnya kapasitas fiskal Provinsi Papua yang kini berada di urutan kedua terbawah secara nasional, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Papua mengambil langkah inovatif. Memanfaatkan momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang diperingati setiap 26 April, Kanwil Kemenkumham Papua menggelar Festival Sagu sebagai upaya mendorong ekonomi riil dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kakanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M. Ayorbaba, S.H., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respon terhadap evaluasi Musrenbang yang dipaparkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri). Wamendagri saat itu mempertanyakan inovasi apa yang bisa dilakukan dari visi-misi gubernur untuk mendongkrak kondisi fiskal daerah.

“Kami memikirkan sesuatu yang menjadi tugas dan fungsi kami yang bisa membantu pemerintah daerah dari sisi kekayaan intelektual, yaitu melalui pemanfaatan potensi indikasi geografis,” ujarnya kepada wartawan di Jayapura, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, perlindungan dan sertifikasi potensi indikasi geografis seperti sagu akan membuka mata dunia terhadap aset yang dimiliki Papua. Hal ini tidak hanya menggerakkan sektor ekonomi riil di tingkat masyarakat, tetapi juga memberi kepastian hukum terhadap peningkatan daya saing dan investasi di daerah.

Demo Olahan Tradisional hingga Modern

Rangkaian kegiatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tahun ini mengusung tema inovasi dan olahraga. Untuk itu, Kemenkumham Papua menggelar dua acara utama yang dipusatkan di Kota Jayapura:

  1. Festival Sagu: Berlangsung pada 24–26 April di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Papua, mulai pukul 15.00 WIT hingga 23.00 WIT.
  2. Kekayaan Intelektual Run 5 Km: Kategori Putra dan Putri dengan titik start dan finish di Kantor KPU Provinsi Papua.

Meskipun awalnya sempat ragu untuk menjaring pelaku usaha, antusiasme masyarakat ternyata sangat tinggi. Dari target awal 30 UMKM, tercatat sudah ada 38 UMKM sagu yang mendaftar dan siap berpartisipasi.

Nantinya, Festival Sagu tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, melainkan juga menyajikan demonstrasi langsung pembuatan produk dari sagu, mulai dari cara tradisional hingga modern.

“Masyarakat akan mendemonstrasikan pembuatan cendol sagu, es krim sagu, puding sagu, bakso sagu, hingga olahan tradisional seperti papeda, sagu bakar, sagu gula merah, dan sagu kacang tanah,” tuturnya.

Dukungan Penuh dari Pusat

Penyelenggaraan event berskala daerah ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat di Jakarta. Menteri Hukum, Bapak Dr. Supratman Andi Agtas, S.H., M.H. bahkan telah menugaskan Sekretaris Jenderal Kemenkumham untuk hadir langsung ke Jayapura. Selain itu, pihak panitia juga tengah membangun komunikasi untuk mengundang Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Bapak H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd guna menghadiri puncak acara.

Pihak Kemenkumham Papua berharap rekan-rekan media pers di tingkat provinsi dapat membantu mempublikasikan acara ini secara luas agar masyarakat berbondong-bondong datang untuk membeli dan menikmati kelezatan ragam olahan sagu asli Papua. (QB)