Perdatin Papua Resmi Dilantik, Optimalkan Penanganan Gawat Darurat Lewat Sistem EWS dan Code Blue

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 11/04

JAYAPURA – Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Cabang Papua resmi dilantik. Momentum pelantikan ini dirangkaikan dengan seminar medis yang digelar di salah satu hotel di kawasan Kotaraja, Kota Jayapura, pada Senin (11/5/2026).

Acara diawali dengan sesi penguatan aspek moral melalui materi etik kedokteran yang dibawakan oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua, dr. Nickanor Kaladius Reumi Wonatorey, Sp.U.

“Di setiap momen ilmiah, kami selalu menyisipkan materi etika sebagai penyegaran moralitas bagi dokter. Ini penting agar pelayanan kepada pasien, teman sejawat, maupun diri sendiri tetap bermartabat dan sesuai dengan sumpah dokter serta norma yang berlaku,” ujar dr. Nickanor.

Fokus pada Keselamatan Pasien

Seminar yang dimoderatori oleh dr. Theodorus P.Y Pranoto, M.Biomed., Sp.An-TI ini berfokus pada penguatan sistem deteksi dini di rumah sakit. Dr. Diah Widyanti, Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K) memaparkan materi mendalam mengenai Early Warning System (EWS) sebagai alat pemantauan kondisi pasien sebelum terjadi kegawatdaruratan.

Melengkapi pembahasan tersebut, dr. Razi Ageng Pratama, Sp.An-TI, MARS memberikan materi kritis mengenai aktivasi Code Blue. Ia menekankan bahwa setiap rumah sakit di Jayapura wajib memiliki sistem respons cepat ini selama operasional berlangsung.

“Sistem Code Blue bertujuan untuk membantu pasien yang mengalami henti napas dan henti jantung secara mendadak. Kami berharap setelah seminar ini, sistem EWS dan Code Blue di seluruh rumah sakit di Jayapura dapat berjalan optimal,” jelas dr. Razi.

Ia menambahkan, kehadiran dokter dari berbagai rumah sakit di Jayapura dalam acara ini diharapkan menjadi titik balik dalam upaya menekan angka kematian pasien di fasilitas kesehatan melalui prosedur penanganan gawat darurat yang lebih terstandar. (QB)