Bangkitkan Tinju Papua, Pertina Gelar Kejurda Sekaligus Seleksi Atlet Menuju PON Beladiri

Spread the love
Kejurda Tinju Amatir Pace Boxing Cup I di GOR Cenderawasih Jayapura, Papua/ Rio

tvpapua.com, Jayapura, 30/03

JAYAPURA – Pengprov Pertina Papua resmi menyelenggarakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir bertajuk Pace Boxing Cup I di GOR Cenderawasih Jayapura, Papua, Senin (30/03).

Kejurda Tinju Amatir ini upaya membangkitkan kembali pembinaan atlet yang sempat vakum selama hampir enam tahun. Ajang ini sekaligus menjadi ajang seleksi daerah (Selekda) untuk menjaring atlet potensial menuju PON Beladiri 2026 dan babak kualifikasi tahun 2027.

Ketua Pengprov Pertina Papua, Septinus Jarisetouw, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul untuk mengisi kekosongan kepemimpinan dan kegiatan yang terjadi selama lima tahun terakhir. Ia menegaskan pentingnya mengembalikan kejayaan tinju sebagai salah satu olahraga unggulan Bumi Cenderawasih.

“Dalam penyelenggaraan Kejuaraan Daerah Papua Jaya, saya sebagai Ketua Pertina Papua punya inisiatif ataupun punya pikiran tentang bagaimana membangun kembali Pertina yang sudah hampir 5 tahun atau 6 tahun tidak jalan karena vakumnya kepemimpinan,” ujar Septinus.

Ia menambahkan bahwa antusiasme daerah sangat tinggi dengan kehadiran sekitar 120 atlet. “Ini adalah satu kebangkitan baru bagaimana kita kembalikan, karena ada dua cabang olahraga yang menjadi unggulan di Papua itu, selain sepak bola, yaitu atletik dengan tinju,” imbuhnya.

Ketua Pengprov Pertina Papua, Septinus Jerisitouw (kiri), Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu (tengah), di dampingi Sekretaris Pengprov Pertina Papua, Galang Pujo Purboyo (kanan), saat memberikan keterangan kepada para awak media di GOR Cenderawasih, Jayapura, Papua/ Rio

Senada dengan itu, Sekretaris Pengprov Pertina Papua, Galang Pujo Purboyo, menjelaskan bahwa seluruh agenda organisasi dijalankan sesuai arahan KONI dan mengacu pada AD/ART Pertina pusat terbaru tahun 2024–2025. Terkait kondisi finansial daerah, Pertina tetap berkomitmen menjalankan pembinaan meski harus menggunakan anggaran mandiri.

“Kita tetap berjuang walaupun ada defisit anggaran fiskal yang menurun di Provinsi Papua, tapi kita enggak menurunkan semangat kita. Sejauh ini, Pertina Provinsi Papua selalu menggunakan anggaran mandiri. Simpatisan berbondong-bondong karena kecintaan terhadap olahraga ini,” kata Galang.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua, George Weyasu, memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat Pertina Papua. Menurutnya, kejuaraan ini sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan atlet lebih awal, mengingat adanya tantangan anggaran yang membuat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di bulan November mendatang masih mencari alternatif format.

“KONI apresiasi dulu karena ada inisiasi dari Pemprov Pertina Papua untuk melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda). Nah, itu karena kebutuhan kita saat ini terkait dengan persiapan untuk menuju ke babak kualifikasi tahun 2027,” tutur George. (Rio)