Hindari Dualisme, Wali Kota Jayapura Didesak Segera Tuntaskan Polemik Musda VI KNPI

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 15/03

JAYAPURA — Ketegangan menyelimuti dinamika kepemudaan di Kota Jayapura pasca gelaran Musyawarah Daerah (Musda) VI KNPI. Tim Pemenangan calon kandidat Novelt Krey bersama Kelompok Cipayung dan sejumlah Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) mendesak Wali Kota Jayapura untuk segera turun tangan menyelesaikan polemik yang terjadi.

Ketua Tim Pemenangan Novelt Krey, Simon Bame, menyatakan bahwa intervensi Wali Kota selaku pembina pemuda sangat diperlukan guna mengantisipasi perpecahan organisasi yang lebih dalam. Desakan ini muncul akibat adanya dugaan ketidakadilan dalam proses pencalonan hingga penetapan ketua terpilih dalam forum tersebut.

“Menyikapi proses Musda VI yang terjadi dan pandangan teman-teman Cipayung sebagai ‘ibu kandung’ KNPI, kami menyatakan sikap. Saya meminta Bapak Wali Kota Jayapura segera datang dan menyelesaikan persoalan ini,” ujar Simon Bame, dikutip dari kanal YouTube Lensa Jurnalis, Minggu (15/3).

Simon menegaskan, jika pemerintah daerah tidak segera mengambil langkah mediasi atau penyelesaian, pihaknya siap mengambil langkah organisasi yang ekstrem demi mencari keadilan.

“Jika persoalan ini tidak diselesaikan, maka kami akan melakukan dualisme KNPI di Kota Jayapura,” tegas Simon di hadapan para pendukungnya.

Senada dengan itu, kelompok Cipayung juga menilai adanya kejanggalan dalam prosedur Musda yang dianggap tidak transparan. Mereka berharap polemik ini tidak dibiarkan berlarut-larut agar KNPI tetap menjadi wadah pemersatu pemuda di Port Numbay.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pihak masih berharap adanya ruang dialog untuk mencapai solusi mufakat sesuai mekanisme organisasi, guna menghindari lahirnya dualisme kepengurusan yang dapat merugikan soliditas pemuda di Kota Jayapura. (QB)