BI Papua Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi di 2026 Melalui Penguatan Sinergi

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 03/12

Jayapura – Bank Indonesia (BI) memperkirakan prospek perekonomian wilayah Papua akan tumbuh lebih baik pada tahun 2026, dengan inflasi yang dijaga tetap terkendali dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 ± 1%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, menekankan bahwa kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan adalah penguatan sinergi lintas sektoral. Hal ini disampaikan Faturachman dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua.

Faturachman menjelaskan pentingnya peran wilayah Papua bagi perekonomian nasional. “Wilayah Papua memiliki peran penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8%,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa wilayah Papua berkontribusi sekitar 15% terhadap perekonomian Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), serta sekitar 1,5% terhadap perekonomian nasional.

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, Faturachman menegaskan pentingnya sinergitas dalam lima area utama:

  1. Memperkuat stabilitas dan mendorong permintaan. Hilirisasi, industrialisasi, dan ekonomi kerakyatan.
  2. Meningkatkan pembiayaan.
  3. Akselerasi ekonomi keuangan digital.
  4. Kerja sama investasi dan perdagangan antar-daerah maupun internasional.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti perlunya diversifikasi sumber pertumbuhan di wilayah tersebut. “Upaya mengurangi ketergantungan wilayah Papua pada sektor pertambangan perlu didorong melalui penguatan struktur ekonomi dan diversifikasi sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan,” tegas Faturachman.

Implementasi Strategi dan Pengendalian Inflasi

Dalam rangka mewujudkan penguatan struktur ekonomi, Bank Indonesia Papua telah mengambil langkah konkret.

“Tahun ini, Bank Indonesia Papua bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Biak mengintegrasikan pariwisata Raja Ampat – Biak Numfor sebagai langkah pengembangan wisata sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan Provinsi Papua,” jelas Faturachman.

Sinergi juga diarahkan untuk pemberdayaan UMKM melalui kegiatan seperti Festival Cenderawasih, Festival Kopi Papua, dan Papua Coffe Week di Jepang.

Mengenai stabilitas harga, Faturachman menyebutkan bahwa upaya untuk mencapai stabilitas, khususnya inflasi bahan pangan, dilakukan dengan strategi 4K:
(i) ketersediaan pasokan.
(ii) keterjangkauan harga.
(iii) kelancaran distribusi.
(iv) komunikasi yang efektif.

“Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan seluruh mitra kerja di wilayah Papua untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan menyebut peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Papua.

Apresiasi dan Pelaksanaan PTBI

Pertemuan Tahunan ini dibuka secara langsung oleh Pj. Sekda Provinsi Papua, Lukas Christian Sohilait, ST., M.Si. Acara ini merupakan forum strategis untuk menyampaikan pandangan Bank Indonesia mengenai kondisi perekonomian terkini, tantangan, prospek, arah bauran kebijakan Bank Indonesia, serta memperoleh arahan dari Presiden RI.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia Papua juga memberikan penghargaan kepada 11 mitra strategis dari berbagai kategori, termasuk UMKM, korporasi, dan pemerintah daerah, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung perekonomian Papua. (QB)