Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Mendesak Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Korban Bencana Banjir Besar Sumatera

tvpapua.com, Jayapura, 30/11
JAKARTA – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda berbagai wilayah di Pulau Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini telah mengakibatkan setidaknya 303 orang meninggal dunia dan 279 orang hilang per Sabtu sore, 29 November 2025.
Melihat skala kerusakan yang masif—dengan ribuan rumah rusak, kelangkaan bahan pokok, dan terputusnya total akses komunikasi serta transportasi di banyak titik—AMSI mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengambil langkah cepat dan terintegrasi dalam penanganan darurat, serta memastikan media arus utama ditempatkan sebagai mitra strategis dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas penanganan korban bencana.
AMSI menilai bencana yang menyebabkan kelumpuhan kegiatan dan korban di banyak wilayah lintas provinsi ini patut dipertimbangkan sebagai bencana nasional, dan penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan terpusat.
Untuk itu, AMSI menyuarakan sikap sebagai berikut:
Perlunya Ada Pusat Komando Penanganan Cepat Bencana: Pemerintah harus segera membuka Pusat Komando di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan otoritas penuh untuk menggerakkan kementerian, lembaga, dan semua unsur pemerintah secara langsung.
Pentingnya Pengerahan Personel Gerak Cepat: Pemerintah harus menurunkan tim terpadu (BNPB, TNI, Polri, Basarnas) untuk memulihkan infrastruktur kunci. Prioritas utama adalah membuka akses jalan yang terputus, memulihkan jaringan komunikasi yang lumpuh, dan menembus daerah-daerah yang masih terisolasi. Gangguan infrastruktur ini berdampak pada akses transportasi; misalnya, jalur nasional Sidempuan–Sibolga dan Sipirok–Medan di Sumut terputus, sementara jalur perbatasan Sumut–Aceh juga terputus.
Perlunya Distribusi Logistik via Udara.
Pemerintah harus mempercepat penyaluran bantuan darurat dengan kecepatan tinggi menggunakan angkutan udara, mengingat banyak jalur darat terputus total. Hal ini krusial untuk menjangkau daerah terisolasi seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Pentingnya Dapur Umum Darurat.
Pemerintah harus menggerakkan dapur umum darurat dengan memanfaatkan Dapur MBG (mobile kitchen) milik TNI, Polri, dan BNPB untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi setiap hari. Hal ini sangat penting mengingat kelangkaan bahan pangan dan kenaikan harga yang ekstrem, seperti harga cabai naik dari Rp50.000/kg menjadi Rp100.000/kg di Padang Sidempuan.
Perlunya Konsolidasi Data Nasional.
Pemerintah harus memastikan data bencana terintegrasi lintas provinsi agar penanganan lebih terukur, tepat sasaran, dan tidak parsial.
Pentingnya Sinergi Kementerian/Lembaga: Pemerintah harus mengintegrasikan peran kementerian terkait, seperti Kementerian PU untuk infrastruktur darurat, Komdigi untuk jaringan komunikasi, dan Kementerian Kesehatan untuk tim medis.
Selain itu, AMSI mendukung penuh desakan untuk melakukan investigasi komprehensif atas pemicu bencana ini. AMSI menyoroti bahwa banjir besar ini bukan murni akibat faktor alam semata, seperti curah hujan tinggi atau Siklon Tropis Senyar yang langka. AMSI sepakat dengan hasil analisis yang menunjukkan dampak bencana diperparah oleh:
● Kerusakan Lingkungan: Area resapan yang kurang optimal akibat pengrusakan hutan, alih fungsi lahan, dan deforestasi. Kecurigaan semakin kuat dengan ditemukannya gelondongan kayu yang terseret arus banjir di berbagai lokasi, yang mengindikasikan adanya persoalan pada tata kelola lingkungan atau dugaan pembalakan liar.
● Industri Ekstraktif yang Tidak Taat Regulasi Lingkungan: Bencana ini menjadi sinyal bahwa pembangunan yang mengandalkan usaha ekonomi ekstraktif yang merusak hutan bukanlah solusi terbaik, dan merupakan peringatan awal tentang apa yang akan terjadi jika wilayah resapan diubah menjadi tambang.
AMSI mengingatkan bahwa isu lingkungan, termasuk pembukaan lahan yang membahayakan kelangsungan hutan, adalah isu semua warga, bukan hanya aktivis lingkungan. AMSI mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengkritik kebijakan dan kejadian di sekitar yang bisa membahayakan alam.
Akhirnya, AMSI menekankan bahwa di tengah krisis yang menyebabkan gangguan parah pada sistem jaringan telekomunikasi—seperti listrik padam total dan sinyal hilang-timbul yang memaksa penggunaan perangkat Starlink di posko dan kantor desa untuk sekadar berkontak dengan dunia luar—peran media yang kredibel sangat vital.
Media lokal dan nasional harus dilibatkan sebagai pengawas publik dan saluran informasi resmi untuk memastikan penanganan bencana berjalan transparan dan akuntabel.
AMSI secara khusus menyoroti kondisi rekan-rekan jurnalis dan karyawan media siber di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang juga menjadi korban langsung bencana:
Berdasar informasi yang dikumpulkan rerata dampaknya menyebar dengan intensitas kerusakan bergam. Data wilayah terdampak adalah sebagai berikut :
● 14 Kabupaten-Kota di Nanggroe Aceh Darussalam
- Kabupaten Aceh Tenggara, Gayo Luwes, Aceh Tengah, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Barat, Bireun, Aceh Selatan, Aceh Besar, Pidie Timur, Aceh Timur, Aceh Jaya, Pidie dan Kota Subulussalam.
● 5 Kabupaten-Kota di Sumatera Utara - Kabupaten Humbang Hasundutan, Batubara, Mandailing Natal, Kota Medan dan Binjai,
● 13 Kabupaten-Kota di Sumatera Barat - Kabupaten Kepulauan Mentawai, Lima Puluh Kota, Agam dan kota Solok serta sejumlah kabupaten yang tengah didata.(*).
Banyak karyawan media di wilayah terdampak kehilangan rumah, terisolasi, dan menghadapi kelangkaan bahan bakar untuk operasional (seperti solar/bensin yang langka dan mahal di Tapanuli Selatan), yang secara langsung menghambat fungsi mereka dalam menyajikan informasi. Informasi terkini yang diterima dari sejumlah media anggota AMSI per Minggu 30 November pukul 10.00 WIB, kondisi darurat diperkirakan berlangsung hingga 2-3 hari ke depan. Sehingga tindakan dan bantuan langsung terkait kebutuhan makan dan keperluan sehari hari menjadi hal utama yang perlu disegerakan.
Oleh karena itu, AMSI mendesak Pemerintah Pusat dan BNPB untuk memfasilitasi akses prioritas bagi jurnalis yang bertugas di daerah terisolasi, termasuk menyediakan dukungan logistik makanan dan non-makanan (seperti BBM dan akses komunikasi darurat) agar mereka dapat terus menjalankan fungsi peliputan.
Kami berharap seruan ini bisa menjadi masukan dan rekomendasi untuk mempercepat penanganan bencana banjir besar Sumatera agar korban dan warga yang terdampak bisa ditangani secara optimal. Doa kami beserta seluruh rekan dan sahabat kami yang menjadi korban: #Pray for Sumatera.
- Nov, 30, 2025
- Author: Mario
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Ratusan Jurnalis akan Hadiri Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire 13 Januari 2026
- Polresta Musnahkan BB Sabu dan Ganja, Wujud Komitmen Perangi Narkoba 7 Januari 2026
- Festival Media Se-Tanah Papua Siap Digelar 13-15 Januari 2026 di Nabire 7 Januari 2026
- Pemprov Papua Serahkan 7 Raperdasi ke DPR, Perubahan OPD Ditargetkan Rampung Lebih Awal 6 Januari 2026
- Pererat Sinergitas, Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Jayapura Gelar Ibadah Lepas Sambut Tahun 2025-2026 5 Januari 2026
- Gubernur Papua; Kerukunan dan AI Beretika Jadi Kunci Indonesia Damai dan Maju 3 Januari 2026
- Refleksi Akhir Tahun 2025: Papua Menuju Transformasi yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni 31 Desember 2025
- Pimpin Apel Kesiapan Tahun Baru, Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kamtibnas 31 Desember 2025
- Perang Melawan Narkoba, Polresta Catat Kenaikan Pengungkapan 45% Sepanjang 2025 31 Desember 2025
- Rilis Lalulintas Sepanjang Tahun 2025, Kapolresta “Pengendara di Kota Jayapura Tertib Berlalulintas” 31 Desember 2025
Komentar Terbaru
Arsip
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
