Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan Dorong Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan

tvpapua.com, Jayapura, 12/03
Merauke – Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo – Paskalis Imadawa mendorong pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan
Keempat program tersebut menjadi program prioritas Gubernur Apolo Safanpo dan Wakil Gubernur Paskalis Imadawa selama lima tahun kedepan.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa disela-sela dialog interaktif yang digelar Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) Merauke, Senin (10/3/2025)
Dalam dialog, Wakil Gubernur Paskalis menjelaskan ada empat hal yang sudah dimasukan dalam visi-misi program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo-Paskalis Imadawa yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan ekonomi kerakyatan.
Terkait pendidikan ada dua hal yaitu pertama bagaimana mencerdaskan anak-anak asli Papua Selatan. Kedua, pembenahan sarana dan prasarana baik perumahan guru, sekolah/ruang kelas, pengadaan jaringan listrik, air dan juga jaringan internet. Pendidikan juga perlu difokuskan pada pendidikan berbasis asrama.
“Karena kita lihat beberapa tahun belakangan ini,kita biarkan anak-anak dari rumah sendiri ke sekolah akhirnya banyak anak-anak yang putus sekolah, khusus di kampung-kampung lokal,”kata Paskalis dalam dialog interaktif.
Menurut Paskalis, akibat dari putus sekolah maka terjadi imigrasi dan urbanisasi yakni perpindahan anak-anak usia dini dari kampung ke kota dan mereka itulah yang dikategorikan sebagai anak-anak aibon.
“Dalam waktu dekat ini kita akan bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) Provinsi Papua Selatan untuk membahas terkait Peraturan Gubernur (pergub) dan Peraturan Daerah Khusus (perdasus) terkait pendidikan,”ujarnya.
Pergub perlu dibahas sehingga bisa menjadi Peraturan Daerah (Perda) dan Perdasus itu bisa dipakai untuk kebijakan keuangan guna penyelenggaraan pendidikan lima tahun kedepan.
Selanjutnya, membangun rumah singgah ditiga kabupaten dan juga Merauke untuk menampung anak-anak yang sudah terobsesi karena kecanduan lem aibon dan minuman keras (miras), ditampung disitu.
“Kita akan taruh guru-guru yang punya kemampuan khusus di rumah singgah untuk mengembalikan mainset mereka ke jalan yang benar,”kata dia.
Kemudian program kesehatan, kata Wagub Paskalis, ada tiga hal pokok yang perlu dilihat terkait kesehatan. Pertama berupaya bagimana bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan empat rumah sakit yang ada di empat kabupaten.
Lanjut dia, tiga rumah sakit lainnya sudah tipe C, satu rumah sakit sudah tipe B yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke.
“Kita usahakan supaya naikan rumah sakit yang sudah tipe B ini ke tipe A, yang dari tipe C ke tipe D,”ujar dia.
Ternyata, menurutnya, pengembangan RSUD Merauke, baik dari sisi kelengkapan perkantoran maupun pengembangan gedung dan ruang sudah tidak dimemungkinkan lagi dari ruang/lahan yang ada.
“Sementara kita berusaha untuk cari jalan keluar bagimana, kami minta kepada masyarakat Merauke tolong siapkan tempat untuk kita bangun sebuah rumah sakit tipe A dan bisa menjadi rumah sakit tingkat Provinsi Papua Selatan,”kata dia.
Upaya lainnya yakni bagaimana dari pihak medis dan juga dari pihak pemerintah menjadi mediator dan mensosialisasikan kepada masyarakat agar bisa hidup sehat.
“Setalah kita sudah sosialisi, kita harus upayakan agar supaya ada pencegahan-pencegahan karena pengobatan itu tidak akan terjadi ketika sosialisasi dilakukan dan juga pencegahan dilakukan,”ujarnya.
Ketika tidak bisa, kata dia, maka masuk ke pengobatan yang tentunya melibatkan tenaga dokter dan pihak rumah sakit.
Kemudian, dari sisi infrastruktur perlu ditingkatkan. Kabupaten Boven Digoel dan Merauke sudah ada akses, sementara yang diupayakan yaitu akses dari Merake ke Mappi.
“Akses dari Merauke ke Mappi ini sebenarnya sudah ada tetapi perlu ditingkatkan yakni transportasi dari Merauke ke Mappi,”kata Paskalis.
“Sekarang yang menjadi kendala kita adalah akses dari Mappi dan Asmat agar ada transportasi yang bisa digunakan,”ujarnya lagi.
Selanjutnya, program ekonomi kerakyatan yaitu bagimana meningkatkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Usaha-usaha menengah dan usaha-usaha kecil akan ditingkatkan.
“Kita akan memberikan modal kepada orang yang mempunyai kemauan dan melakukan pendampingan,”katanya.
“Pendampingan perlu dilakukan, lantaran ibaratnya jangan sampai ketika ia minta ikan, kita kasih ikan, itu tidak boleh. Dia minta ikan kita kasih dia mata kail dan umpan sertakan dengan pendamping, orang yang bisa mendampingi dia untuk menangkap ikan,”ujarnya.
Pengetahuan diberikan, kata dia, akan dibawa sampai mati. Pejabat tidak boleh menjadi senter klas tetapi menjadi pemimpin yang motivator, mengarahkan, membimbing dan mendampingi agar supaya masyarakat bisa bangkit.
“Kita akan batasi yang namanya pengusaha Indomart dan Alfamart. Alfamart ini pengusaha besar, ketika mereka masuk dan menanamkan modal diwilayah kita maka pengusaha-pengusaha kecil akan mati karena barang di Alfamart dan Idomart terutama bahan makanan (bama) lengkap, semuanya ada,”kata dia.
Dia menambahkan, itulah yang akan membuat pengusaha-pengusaha kecil akan mati, tidak bisa berkembang. Untuk itu, kedepan pengusaha Alfamart dan Indomart itu akan dipertimbangkan. (***)
- Mar, 10, 2025
- Author: Bebo
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Matius Fakhiri Minta Pengurus KONI Papua Kerja Bakti, Bukan Cari Keuntungan 12 Juni 2026
- Program Pendidikan Unggulan Papua Diluncurkan, 1.000 Mahasiswa dan Ratusan Pelajar Jadi Sasaran 12 Juni 2026
- Gubernur Fakhiri Resmi Luncurkan Kartu Pace Mace untuk Wujudkan SDM Unggul Papua 12 Juni 2026
- Dinkes Kota Jayapura Gandeng Jurnalis Tekan Stigma HIV-AIDS dan TBC 12 Juni 2026
- Sinergi dan Transformasi Digital, Festival Cenderawasih 2026 Resmi Dibuka di Jayapura 11 Juni 2026
- BI Papua Gelar PEIF 2026, Akselerasi Investasi dan Hilirisasi di Tanah Papua 10 Juni 2026
- Polresta Lakukan Olah TKP Kasus Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia di Entrop 10 Juni 2026
- Persiker Keerom Optimis Hadapi Tuan Rumah Persinga Ngawi di Babak 32 Besar Liga 4 10 Juni 2026
- Sambangi RSUP Jayapura, Gubernur Papua Tegaskan Komitmen Kolaborasi Layanan Kesehatan 9 Juni 2026
- Inflasi di Papua dan Tiga DOB Tetap Terjaga pada Mei 2026, Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara 8 Juni 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
