VG Emaus Bermazmur Lapas Abepura Berikan 80 Juta untuk Penerjemah Alkitab Bagi Korowai

Spread the love

tvpapua.com, Jayapura, 08/02

Jayapura – Vocal Group Emaus Bermazmur Lapas Abepura serahkan uang hasil penjualan album sebesar Rp. 80 juta untuk membantu suku Korowai dalam penerjemahan Alkitab menggunakan bahasa daerah setempat (Korowai).

Penyerahan tersebut dilakukan bertepatan dengan moment Ibadah syukur bersama perayaan Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua ke 168 yang diselenggarakan di Auditorium Uncen, Minggu (5/2), oleh Papua Christian Center (PCC) bersama dengan Persekutuan Gereja gereja di Tanah Papua (PGGP). 

Ketua Panitia Pelaksana HPI ke-168 sekaligus sebagai Executive Producer VG Emaus  Bermazmur, Anthonius M. Ayorbaba, SH, M.Si., mengatakan Sejak tahun 2017, pihaknya memulai mengeluarkan album Emaus Bermazmur Volume ke-2. Album ini dikhususkan untuk membantu Suku Korowai dalam penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa mereka. 

“Peluncuran album kedua yang merupakan karya lanjutan album perdana dengan para penyanyinya merupakan warga Binaan Lembaga Permasyarakatan Klas II A Abepura, yang peduli akan masalah Korowai dan mendukung penerjemahan Alkitab  dalam bahasa tersebut,” ucapnya kepada wartawan di Jayapura, Selasa (8/2). 

Dia menambahkan, dalam album kedua VG. Emaus  Bermazmur Peduli Korowai memulai dengan lagu “Ku Dengar Suara Yesus” ciptaan Pdt. Alberth Yoku yang dinyanyikan sebagai sebuah doa untuk peduli akan daerah Korowai.

“Dari penjualan album itu, kita semua sepakat untuk memberikan serta mendukung  terjemahan Alkitab di Korowai. Ini adalah visi yang Tuhan berikan agar masyarakat suku Korowai bisa membaca Alkitab dalam bahasa mereka, ” ujarnya.

Menurutnya, pekerjaan penerjemahan Alkitab ini bukan sesuatu yang mudah, selain dari hasil penjualan album Vocal Group Emaus Bermazmur, dukungan lainnya juga didapat melalui sumbangan dari beberapa donatur serta persembahan aksi spontanitas. Dan telah terkumpul totalnya Rp. 200 juta lebih. Sehingga diharapkan, ada pihak pihak lain yang akan membantu agar proses penterjemahan ini terus berjalan.

“Tanggung jawab ini dari kami VG Emaus  Bermazmur, saya selaku ketua panitia HUT PI ke-168 sudah memberikan kepada PGGP dan  PCC untuk memulai pekerjaan penterjemahan Alkitab, termasuk mencari pihak pihak yang akan konsen untuk bekerja memulai penerjemahan Alkitab, ” ungkapnya.

Ini merupakan upaya bersama untuk terus membangun kesadaran jemaat, gereja, lembaga kemanusiaan dan mereka yang peduli untuk membantu Korowai, dengan bersinergi bersama sama.

Di tempat yang sama Pdt.Alberth Yoku menyampaikan, waktu menjabat sebagai Ketua Sinode GKI tanah Papua tahun 2013 dirinya mengunjungi wilayah Mappi, Asmat Boven Digoel dan juga termasuk sampai ke beberapa kampung di sekitarnya dan sampai ke suku Korowai.

Lanjut Pdt. Alberth menjelaskan, Jumlah penduduk di Korowai cukup banyak, alat transportasi yang digunakan masyarakat korowai adalah perahu kayu untuk aktivitas setiap hari, baik beribadah ke gereja maupun ke sekolah. Sebagian besar mata pencaharian mereka adalah berburu dan mencari ikan.

Perjalanan itu bebernya, dilakukan dengan menggunakan speedboat dan memakan waktu 3 setengah hari untuk sampai di Korowai.  

“Wilayah itu memang wilayah yang penuh rawa dan sungai sungai jadi kehidupan masyarakat Korowai selalu setiap kali musim hujan air tergenang bisa hampir 15 hingga 20 meter tingginya, jadi mereka lebih memilih untuk membangun rumah diatas pohon pohon supaya jauh dan tidak terjangkau oleh air setiap kali meluap, ” beber Pdt.Alberth Yoku

“Daerah Korowai cukup terpencil,  2 hari berada disana kita memutar film hiv aids maupun menyangkut pendidikan serta kemajuan kemajuan dan mereka sangat terharu melihat itu semua, disitu saya mendapat inspirasi menciptakan lagu kudengar suara Yesus, syair lagu diciptakan secara kontekstual, kondisional dan  kita melihat mereka walau dalam kondisi seperti itu tetap beribadah karena sebagai bagaian penguatan dari imannya walau mengalami kehidupan yang sulit, ” sambung Pdt.Alberth Yoku. (QB)