Lakukan Sosialisasi, Masyarakat Adat Sausapor Raya Dukung Pelaksanaan Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw

tvpapua.com, Jayapura, 07/12
TAMBRAUW – Masyarakat adat di wilayah Sausapor Raya, Kabupaten Tambrauw memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musyawarah Adat (Musdat) Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (LEMATA) yang berlangsung pada 19-21 Januari 2023 mendatang.
Dukungan ini terlihat dari diskusi yang berlangsung disela-sela pelaksanaan Sosialisasi Musyawarah Adat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw yang di Kantor Kampung Bandonggwan, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, Selasa (6/12/2022).
Kepala Distrik Sausapor, Kristina Yekwam, S.Sos mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw membuka secara resmi kegiatan sosialisasi Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw.
Dari pantauan wartawan selama diskusi, memang sempat terjadi perdebatan antara warga masyarakat adat Suku Abun, para tokoh adat dan panitia pelaksanaan musdat. Meskipun demikian, pada akhirnya warga masyarakat adat memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Musyawarah Adat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw.
Sosialisasi pelaksanaan Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini juga dihadiri oleh beberapa pihak, yakni Kepala Distrik Sausapor, Kristina Yekwam, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Abun, Nelwan Yeblo, Kepala Suku Miyah, Ignasius Baru, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Karoon Tambrauw, Yulius Mirino, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda yang ada di wilayah adat Sausapor Raya.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Abun, Nelwan Yeblo menjelaskan bahwa pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini untuk mengayomi beberapa suku yang ada di Tambrauw, yakni Suku Abun, Miyah, Ireres dan Suku Mpur.
“Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini dibentuk untuk mengakomodir lembaga adat yang lainnya seperti Lembaga Adat Suku Abun, Miyah, Ireres dan Suku Mpur,” jelasnya dalam sambutan dan arahan yang disampaikan disela-sela sosialisasi yang berlangsung tersebut.
Menurut Nelwan selama ini belum ada perhatian yang serius terhadap para kepala suku dan Lembaga Masyarakat Adat yang ada di masing-masing suku di Tambrauw. Oleh karena itu, maka kehadiran Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw nanti dapat mengakomodir semua kepentingan para kepala suku dan lembaga masyarakat adat yang ada di masing-masing suku di Tambrauw.
“Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw yang akan dibentuk ini akan menjadi wadah yang dapat mengakomodir semua kepentingan lembaga adat yang ada di masing-masing suku, para kepala suku, sehingga kedepan bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah dan lain sebagainya,” ucapnya.
Senada dengan itu, Tokoh Masyarakat Abun, Yoel Yesnath mengatakan bahwa persiapan pelaksanaan Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini sudah dilakukan sejak 2019. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kampung Sausapor.
Menurut Yoel, dirinya memang sudah lupa tentang persiapan Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw, tetapi melalui sosialisasi ini dirinya kembali diingatkan mengenai konsep dan gagasan yang telah disepakati pada 2019 untuk membentuk sebuah lembaga adat yang dapat mengayomi semua lembaga adat dan suku yang ada di Tambrauw.
“Saya terima kasih. Karena ade-ade panitia bisa ingatkan kita kembali, meskipun awalnya saya lupa, tetapi ditingkatkan kembali tentang Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw,” tuturnya.
Yoel mengajak semua pihak, terutama masyarakat Suku Abun untuk memberikan dukungan terhadap panitia pelaksanaan Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw, sehingga ketika ada yang lupa bisa saling mengingatkan hingga sampai pelaksanaan musdat nanti.

“Ini supaya kita tidak ada perbedaan antara ingat dan lupa, tetapi kata sama-sama selalu ada. Kata sama-sama, kerja sama itu tetap ada,” ajaknya.
Di tempat yang sama salah satu tokoh masyarakat adat Suku Abun, Nicodemus Yesawin menyampaikan, wadah Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini akan mendorong aspirasi dari berbagai suku dan distrik yang ada di Kabupaten Tambrauw. Tujuannya adalah untuk pemerataan pembangunan yang ada di masing-masing wilayah adat suku di negeri penyu belimbing tersebut.
“Saya percaya bahwa inilah yang harus kita jalankan, tetapi kembali ke masing-masing dewan adat suku dan kepala suku yang ada di Suku Abun, Miyah, Ireres dan Suku Mpurm,” ujarnya.
Nicodemus mengatakan, Kabupaten Tambrauw telah hadir untuk semua masyarakat adat dari masing-masing suku yang ada di Tambrauw. Oleh karena itu, kebersamaan ini harus tetap terjaga.
“Kabupaten ini hadir untuk kita semua dan bukan untuk satu atau dua orang. Yang baik mari kita jalankan dan yang tidak baik kita harus lepaskan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw, Paulinus Baru, ST., M.URP menjelaskan bahwa pihaknya melakukan sosialisasi dibeberapa wilayah adat yang ada di Kabupaten Tambrauw sebelum pelaksanaan musyawarah adat.
“Kami melakukan sosialisasi ini dibeberapa wilayah adat, yaitu hari ini (kemarin-red) di wilayah Sausapor Raya, di wilayah Fef Raya, wilayah Kebar Raya dan wilayah Saukorem Raya,” jelasnya.
Paulinus menyampaikan, kehadiran Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini akan menjadi lembaga koordinasi dan menampung aspirasi masyarakat adat yang ada di maling-masing wilayah adat suku di Kabupaten Tambrauw.
“Ini wadah koordinasi yang dapat menghimpun masing-masing suku yang ada di Kabupaten Tambrauw, sehingga kepentingan masyarakat adat dari masing-masing suku kedepan bisa diperjuangkan secara bersama-sama,” ujarnya.
Alumnus Magister Planologi (Tata Kota) Universitas Gajah Mada ini menyatakan bahwa rencana pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw ini sebenarnya sudah lama dirindukan oleh para kepala suku dan masyarakat adat di masing-masing wilayah adat, namun baru terealisasi pada akhir tahun ini dan awal tahun depan pelaksanaannya.
“Kami ini panitia yang ketiga. Sebelumnya sudah ada panitia pertama dan kedua, tetapi bubar dengan sendirinya, sehingga kami dibentuk oleh para kepala dewan adat dan para kepala suku di Tambrauw tahun 2019 untuk menyiapkan Musdat Masyarakat Adat Tambrauw. Pelaksanaannya baru terealisasi pada akhir tahun ini dan awal tahun depan pelaksanaan musdat ya,” kata Paulinus.
Paulinus mengatakan, pihaknya selaku panitia terbuka dengan semua pihak selama persiapan hingga pelaksanaan musdat. Bahkan, ia meminta kepada tokoh pemuda dari masing-masing wilayah adat untuk bergabung dalam tim guna mempersiapkan secara bersama-sama Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw.
“Kami panitia terbuka untuk semua pihak. Kami juga mengajak para tokoh pemuda untuk bersama-sama kami untuk bergerak bersama dalam memberikan ide, pemikiran dan terlibat langsung mempersiapkan berbagai hal guna mensukseskan pelaksanaan Musdat Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw pada tanggal 19-21 Januari 2023 mendatang,” ucapnya.
Akhir dari kegiatan sosialisasi ini, para tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh pemuda serta masyarakat adat yang hadir melakukan foto bersama dan bersalaman bersama sebelum meninggalkan lokasi sosialisasi musdat tersebut. (Redaksi).
- Des, 07, 2022
- Author: Bebo
- Categories: Berita
- No Comments.
News
- Persipura Resmi Tunjuk Angel Alfredo Vera Jadi Direktur Sepakbola Baru 15 Juli 2026
- Persipura Jayapura Hadapi Dilema Besar: Pertimbangkan Markas di Jawa Meski Terancam Sanksi Poin 12 Juli 2026
- Berkah Konser NDX A.K.A di Jayapura: Kuliner Ludes, UMKM Lokal Raup Omzet Belasan Juta Rupiah 9 Juli 2026
- Konser NDX A.K.A di Jayapura Bawa Berkah, Okupansi Hotel Melonjak hingga 90 Persen 9 Juli 2026
- Gereja Kingmi Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari Penonton Film Pesta Babi untuk Pengungsi Papua 7 Juli 2026
- Kapolda Papua Tunjuk 3 Polwan Jadi Kapolres, Tokoh Pemuda Nilai Terobosan Ini Layak Diapresiasi Kapolri 5 Juli 2026
- Peringati HUT Ke-73, BI Papua Berhasil Kumpulkan 591 Kantong Darah 3 Juli 2026
- Perkuat Sinergi, Bank Indonesia Gelar Capacity Building untuk Insan Pers di Papua 3 Juli 2026
- Lompatan Sejarah Medis Papua: RSUD Dok II Jayapura dan FK Uncen Resmi Memulai Kuliah Perdana Spesialis Anestesiologi 2026 3 Juli 2026
- Gelar Kuliah Perdana PPDS Anestesiologi, FK Uncen Gandeng UGM demi Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Pedalaman Papua 3 Juli 2026
Komentar Terbaru
Arsip
- Juli 2026
- Juni 2026
- Mei 2026
- April 2026
- Maret 2026
- Februari 2026
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Maret 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Juni 2023
- Mei 2023
- April 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
- Januari 2023
- Desember 2022
- November 2022
- Oktober 2022
- September 2022
- Agustus 2022
- Juli 2022
- Juni 2022
- Mei 2022
- April 2022
- Maret 2022
- Februari 2022
- Desember 2021
- November 2021
- Oktober 2021
- Agustus 2021
- Juli 2021
- Juni 2021
- Mei 2021
- April 2021
- Maret 2021
- Februari 2021
- Januari 2021
- Desember 2020
- November 2020
- Oktober 2020
- September 2020
- Agustus 2020
- Juli 2020
- Juni 2020
- Mei 2020
- April 2020
- Maret 2020
- Februari 2020
- Januari 2020
- Desember 2019
- November 2019
- Oktober 2019
- September 2019
- Agustus 2019
- Juli 2019
- Juni 2019
- Mei 2019
- April 2019
- Maret 2019
- Februari 2019
- Januari 2019
- Desember 2018
- November 2018
- Oktober 2018
- September 2018
- Agustus 2018
- Juli 2018
- Juni 2018
- Mei 2018
- April 2018
- Maret 2018
- Februari 2018
- Januari 2018
- Desember 2017
- November 2017
- Oktober 2017
- September 2017
- Agustus 2017
- Juli 2017
- Juni 2017
- Mei 2017
- Februari 2017


Twitter
