Kapal Tol Laut Akhirnya Sandar di Pelabuhan Depapre Jayapura

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua Muhammad Musa’ad, bersama Bupati Jayapura dan Stakeholder terkait menyambut kedatangan Kapal Tol Laut di Pelabuhan Depapre, Kabupaten Jayapura/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 05/02

JAYAPURA – Pelabuhan Depapre resmi beroperasi dengan bersandarnya kapal tol laut Logistik Nusantara 2 milik PT Pelni, Rabu (27/01/21) lalu.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Papua memberikan apresiasi pada semua stakeholder baik itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten Jayapura maupun instansi lainnya, sehingga kapal pemasok barang kebutuhan ekonomi ini dengan sukses sandar di Pelabuhan Depapre.

“Kapal Tol Laut yang baru sandar ini memiliki rute baru  (route T-9)  yang meliputi:  Merauke – Kokas – Sorong – Supiori –  Depapre Kab.  Jayapura (PP), dengan konsep Tol Laut yakni mempercepat distribusi bahan logistik yang terhubung ke beberapa pelabuhan,” terangnya.

Musa’ad menjelaskan dengan konsep Tol Laut mempercepat distribusi bahan logistik yang terhubung ke beberapa pelabuhan dengan prinsip Bongkar dan Muat artinya ada komoditas bahan pokok yang dibawa dari satu daerah dan ada komoditas lainnya yang dibawa kembali, sehingga dapat mengurangi biaya / ongkos  distribusi.

“Misalnya beras asal Merauke sebelum adanya Tol Laut harus dibawa ke Surabaya dulu baru kemudian di angkut menggunakan kapal kembali ke Jayapura, namun dengan adanya Tol Laut beras asal Merauke bisa langsung masuk ke Jayapura tanpa harus ke Surabaya, dan kemudian distribusikan ke berbagai daerah  yang ada di Pegunungan tengah atau wilayah utara Papua, kembalinya bisa diisi komoditas unggulan dari Jayapura atau daerah sekitarnya dengan demikian akan dapat menekan disparitas harga dan bisa bersaing dengan komoditas lainnya yang berasal dari luar Papua / Papua Barat,” jelasnya.

Dibukanya Pelabuhan Depapre yang telah dimulai pembangunannya sejak tahun 2009  sebagai salah satu pelabuhan alternatif selain di Kota Jayapura juga dapat menggerakkan sektor ekonomi di wilayah setempat khususnya di area pelabuhan. 

“Ada banyak hal-hal teknis yang perlu dibenahi dengan segera baik itu fasilitas di lingkungan pelabuhan, akses jalan dan infrastrtruktur lainnya hal ini sudah diidentifikasi bersama dengan multi stakeholder sehingga sistem pengerjaannya dengan cara “kroyokan” agar dapat mempercepat penyelesaiannya,” tandasnya.(QB)

%d blogger menyukai ini: