Deklarasi Cinta Damai Disuarakan di Manokwari, Papua Barat

Ribuan warga Manokwari, Papua Barat memadati Lapangan Borarsi Manokwari, dalam deklalrasi damai/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 12/09

MANOKWARI – Deklarasi Cinta Damai tak hanya digelar di Papua dan sejumlah kota di provinsi lainnya di Indonesia, pasca unjuk rasa tolak rasisme terhadap mahasiswa Papua di Kota Surabaya, pada 16 Agustus 2019 lalu.

Kali ini, Rabu (11/09), deklarasi yang sama juga digemakan masyarakat Kabupaten Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat. Warga bersama pemerintah provinsi serta Forkopimda Papua Barat. Deklarasi yang di gelar di Lapangan Borasi Manokwari ini berlangsung meriah.

Ribuan orang dari berbagai suku se-nusantara, paguyuban, tokoh adat Papua, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi masyarakat, pelajar, mahasiswa, BUMD dan TNI-Polri hadir pada acara deklarasi tersebut.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dalam deklarasi itu menyampaikan pesan-pesan kedamaian kehadapan ribuan elemen masyarakat.

“Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampe Rote kita adalah Indonesia. Maka jagalah Papua. Jagalah Indonesia dan jagalah Papua Barat,” katanya kepada ribuan masyarakat yang memadati lapangan Borasi, Rabu (11/09).

Dominggus mengajak seluruh warga Papua Barat untuk menjaga kedamaian; saling menghargai satu sama lain, baik itu agama, ras, budaya dan adat istiadat masing-masing yang mendiami bumi tanah Papua, khususnya Papua Barat.

Gubernur juga berpesan agar seluruh elemen tetap menjaga kedamaian baik dari lingkup keluarga, lingkungan masyarakat, maupun dalam bingkai rumah Indonesia.

“Jadi, pernyataan deklarasi cinta damai Papua Barat telah Tuhan dengar, ” ujar Gubernur dengan disambut sorak sorai dari ribuan masyarakat.

Dalam kesempatan itu pula, Dominggus meminta semua aktivitas di Papua Barat tetap berjalan dengan baik, tanpa harus takut dengan adanya gangguan keamanan. Sebab, keamanan Papua Barat akan dijaga aparat TNI-Polri.

“Jangan ada lagi insiden yang akan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Dominggus.

Di akhir deklarasi, gubernur melepaskan balon gas sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk tetap menjaga kedamaian tanah Papua, khususnya Papua Barat.

Acara deklarasi damai dimeriahkan dengan hiburan musik anak muda Papua. Masyarakat yang ikut deklarasi mengambil titik start dari Jalan Oercetakan Sanggeng dan berakhir di lapangan Borasi Manokwari.

Tampak setiap suku dan paguyuban menampilkan pakaian adat sebagai simbol kedamaian antar umat bangsa dan beragama di Manokwari Papua Barat. (QB)

%d blogger menyukai ini: