Seribu Bunga untuk Jokowi

Gerakan Relawan Indonesia Joko Widodo – Ma’aruf Amin saat memberikan keterangan pers/ Istimewa

tvpapua.com, Jayapura, 02/04

Sejumlah relawan terus berdatangan untuk mendukung pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapre) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada, salah satunya Gerakan Relawan Indonesia yang akan turun jalan pada Kamis (04/04/2019) mendatang.

Aksi turun jalan tersebut berupa membagikan bunga kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pengguna jalan.

Koordinator aksi Gerakan Relawan Indonesia Nomensen Bleskadit kepada tvpapua.com, Selasa (02/04) mengatakan aksi turun jalan untuk membagikan bunga kepada masyarakat dipusatkan di lima titik yaitu lampu merah Dok V, taman IMBI, lampu merah Brimob, lampu merah lingkaran Abe, dan lampu merah makam Theys Eluay, Sentani.

“Kami hanya ingin mengajak masyarakat Papua untuk memilih pemimpin yang sudah punya bukti nyata terhadap perkembangn di tanah Papua,” kata Bleskadit.

Dikatakan, Jokowi adalah satu-satunya presiden yang paling sering mengunjungi Papua. Selain mengunjungi, matan Gubernur DKI Jakarta tersebut terus mendorong pembangunan di Papua.

“Bukti nyatanya sudah ada dengan dibangunnya jembatan yang mnghubungkan Jayapura-Skouw, membangun pasar mama-mama Papua, pembangunan jalan trans dari Sorong hingga Merauke, menerapkan BBM satu harga,” ujarnya.

Senada dengan Bleskadit, Jon Feri Wenda menambahkan, Jokowi merupakan satu-satunya presiden yang telah membuat sejarah di tanah Papua dengan menggelar ibadah syukur Natal di Jayapura.

“Beliau juga telah membangun sejumlah rumah sakit tipe pratama di Kabbupaten Yalimo, Tolikara, Mamberamo Tengah, Puncak, Dogiyai, dan Deyai. Jokowi juga membangun poli klinik terpadu di RSUD Jayapura dan program kesehan lainnya,” katanya.

Untuk itu kata Wenda, aksi Seribu bunga yang akan digelar pihaknya juga untuk menyuarakan bahwa proses Pilkada Serentak di Papua nantinya harus berjalan aman dan lancar.

“Kita semua berharap proses Pilkada nanti berjalan aman dan lancar, sehingga proses demokrasi tersebut dapat menciptakan pemimpin yang dapat melihat Papua secara keseluruhan. Papua adalah Indonesia dan Indonesia adalah Papua,” ujarnya. (*)

%d blogger menyukai ini: