Otsus Tinggal Enam Tahun, Pusat Harus Tanggapi Secara Baik

tvpapua.com, Jayapura, 01/12

Gubernur Lukas Enembe memperingatkan pemerintah pusat untuk berhati – hati dan menanggapi secara baik soal Otonomi Khusus Papua yang tinggal enam tahun lagi akan berakhir.

Pernyataan gubernur itu disampaikannya pada Talk Show di hari Otonomi Khusus dipandu Frida Lidwina yang mengambil thema, Otsus, Kemarin dan Hari ini di Cinema XXI Mall Jayapura, Selasa malam (21/11).

“Saya pikir harus bisa diterjemahkan secara baik. Karena seluruh orang Papua ini beranggapan apabila kalau sudah berakhir Otonomi Khusus (Otsus). Maka kita merdeka.

Iya semua orang Papua berpikir seperti itu. Berpikir sampai hari ini seperti itu,”ungkapnya.

Untuk itu dirinya mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar punya sebuah Grand Desain saat Otonomi Khusus berakhir. Grand Desain tersebut, apakah dengan memberikan dana besar tidak dengan otonomi khusus. Ataukah ada program besar untuk Papua.

“Itu harus dipikirkan sekarang. Saya pikir kedepan memang kita ketertinggalan yang luar biasa. Saya kurang tau apakah kesalahan sejarah. Sampai hari ini sejarahnya adalah masalah politik Papua tidak pernah selesai secara tuntas. Itu yang membuat orang Papua berkeinginan untuk menolak terhadap NKRI,”ucapnya.

Orang nomor satu menginginkan agar Papua lebih baik kedepan. Lebih bangkit, mandiri dan sejahtera. “Itulah sebabnya saya ingin kita semua menyiapkan satu grand desain paska otonomi khusus,”tuturnya.

Saat ini dirinya mengaku draft dari pemerintah provinsi sudah ada dan tinggal disesuaikan. Kebijakan – kebijakan pemerintah Provinsi Papua sudah jelas. Dimana ada 28 poin pasal yang menyangkut tentang kewenangan.

“Kita punya draft desain ada 21 kewenangan dan ini harus kita perjuangkan. Bagaimana hasil ikan, hutan dan kayunya semuanya sudah ada dalam 28 pasal,”jelasnya.

Oleh karena itu masih ada perubahan dimana otonomi khusus Papua dan Papua Barat. Pasalnya sampai hari ini banyak belum tau bahwa dua provinsi di timur Indonesia yang melaksanakan Otsus dalam satu undang – undang.

“Perubahan yang terjadi kita belum tau oleh karena itu banyak yang harus kita rubah. Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat Papua bahwa kita punya tugas kedepan adalah mempersiapkan secara baik. Bagaimana menghadapi masa akhir otonomi khusus pertama. Bagaimana kita mengajukan secara baik konsep yang kita siapkan, sehingga betul –betul lahir dari masyarakat Papua,”ungkapnya.

Selain itu juga dirinya  selama memimpin ada banyak kemajuan. Tetapi juga harus diakui banyak ketertinggalan. Sebagai gubernur yang masa jabatannya tinggal 4 bulan lagi dirinya meminta kepada semua komponen.

Para bupati di kabupaten/kota harus punya peran. “Karena orang lain  tidak akan datang membangun di provinsi ini. Hanya kita sendiri yang bisa membangun. Oleh karena itu saya mengajak kita semua rakyat Papua kita berkomitmen bekerja sama dengan semua elemen dan kelompok yang ada,”ajaknya. [Bee]

Post Tagged with

%d blogger menyukai ini: