Akibat Pengaruh Miras Oknum TNI Aniaya Wartawan

Caption : Ilustrasi/foto By Google

tvpapua.com, Jayapura, 06/11

Salah satu oknum TNI berinisial TK dilaporkan telah menganiaya Ridwan alias ai, salah satu wartawan media online dan cetak lokal di kota Jayapura, Papua pada hari minggu 5 november sekitar pukul 22.00 WIT.

Ai yang merupakan salah satu wartawan media online wartaplus dipukul oleh TK yang pada saat itu sementara dibawa pengaruhi minuman keras.

Peristiwa ini bermula ketika ai hendak membeli air galon dan botol susu untuk anaknya di kawasan argapura bawah, distrik jayapura selatan, kota jayapura. Kemudian datanglah TK dan bertanya dengan nada menuduh ai sebagai pemakai narkoba dan kemudian memukuli ai hingga babak belur.

“Pas saya lagi duduk menunggu, datanglah pelaku menggunakan kendaraan motor honda beat dalam keadaan pengaruh minuman keras dan bertanya dengan nada menuduh. kamu pemakai narkoba ya ? saya jawab tidak, kemudian dia memukul saya” ungkapnya.

Ai mengaku sempat berupaya menyelamatkan diri dengan cara kabur ke rumahnya, namun sepeda motor dan barang-barang bawaanya masih di sekitar lokasi TKP.

Kasus penganiayaan tersebut sempat dilaporkan ke Polres Jayapura Kota, namun karena yang dilaporkan merupakan oknum anggota TNI AD, maka pihak polres mengarahkan untuk dilaporkan ke Polisi Militer Kodam XVII Cenderawasih.

Pemimpin Redaksi Wartaplus, Roberth membenarkan bahwa salah satu wartawannya itu dianiaya oleh oknum TNI yang sedang mabuk akibat konsumsi minuman keras.

“Tuduhan bahwa Cholid atau Ai sebagai pemakai (narkoba) oleh oknum TNI berinsial TK itu merupakan perbuatan yang buruk, apalagi dalam keadaan mabuk. Pangdam XVII/Cenderawasih harus tindak tegas oknum pelaku penganiayaan. Kami minta ini diproses hukum, agar tidak memalukan korps sebagai abdi negara. Kata Ksatria Pelindung Rakyat, hanya slogan saja, namun memukul rakyatnya tidaklah elok” tegasnya.

Robert berharap ada tindakan tegas dari pimpinan institusi TNI AD terhadap pelaku untuk menjadi pembelajaran buat yang lainnya.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII Cenderawasih Kolonel M Aidi ketika dikonfirmasi via pesan singkat belum menjawab pertanyaan yang diberikan terkait laporan penganiayaan tersebut. [fay]

Post Tagged with

%d blogger menyukai ini: